Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) PADA ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR KABUPATEN NGAWI Mutiara Jannah, Dea; Nugroho Budi Wibowo; Hana Rosyida; Fathunajah Elsha C.; Salma Khoirunnisa; Indar Mery Sulya A.; Icha Khaerunnisa
KURVATEK Vol 10 No 2 (2025): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v10i2.5796

Abstract

Ngawi is one of the areas in East Java province with an area that has topographic variations in the form of lowlands and highlands, because of its location on the slopes of Mount Lawu. There are several areas in Ngawi Regency that have the potential to be prone to landslides, which were then identified as suitable between the landslide hazard map which was derived from combining rainfall parameters, slope slope and geological conditions. Next, the landslide hazard map was compared with the FFD map produced from DEM (Digital Elevation Model) alignment analysis. The resulting landslide map is in accordance with the FFD map produced, namely in Sine sub-district, Ngrambe sub-district, Jogorogo sub-district and Kendal sub-district.
PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR DALAM PEMBELAJARAN ABAD KE-21 Hana Rosyida; Zakia Anil Hawa; Agung Setyawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ctppen90

Abstract

Pendidikan abad ke-21 mewajibkan perubahan model pembelajaran didalam prosesnya, dimana guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, tetapi sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan potensi diri secara aktif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai fasilitator dalam menunjang pembelajaran abad ke-21 yang berpusat pada keterampilan kreativitas, komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi. Dalam penulisan ini metode yang digunakan adalah kajian pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber teori dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan peran guru di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru sebagai fasilitator memiliki peran yang begitu penting dalam menciptakan suasana belajarĀ  yang aktif, memotivasi siswa untuk berpikir mandiri, serta menggabungkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Guru abad ke-21 dituntut untuk inovatif, adaptif, dan memiliki literasi digital yang kokoh supaya mampu memfasilitasi proses belajar yang bermakna. Dengan begitu, peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik guru menjadi kunci dalam mewujudkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan abad ke-21.
Analisis Anomali Medan Magnet Pada Formasi Nglanggran dan Formasi Semilir Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri: Analysis of Magnetic Field Anomalies in the Nglanggran and Semilir Formation, Dlepih Village, Tirtomoyo District, Wonogiri Regency Hana Rosyida; Dea Mutiara Jannah; Susanti, Dwi Budi; Handayani, Wuri; Andi, Andi; Wibowo, Nugroho Budi; Niyartama, Thaqibul Fikri
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Juni 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis anomali medan magnet pada Formasi Nglanggran dan Formasi Semilir di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Metode magnetik digunakan untuk mengidentifikasi kondisi bawah permukaan bumi melalui sifat kemagnetan batuan. Data diperoleh sebanyak 56 titik pengukuran yang dilakukan pada tanggal 8 s.d. 12 Mei 2024 menggunakan alat Proton Precession Magnetometer (PPM). Hasil pengukuran menunjukkan nilai medan magnet total berkisar antara 44250 nT hingga 45150 nT. Setelah dilakukan koreksi variasi harian dan koreksi IGRF, nilai anomali medan magnet diperoleh dengan rentang -250 nT hingga 900 nT. Pemisahan anomali menghasilkan nilai anomali regional antara -790.5 nT dan 1449.2 nT, serta nilai anomali residual antara -75.1 nT hingga 77.5 nT. Hasil ini menunjukkan perbedaan sifat kemagnetan antara kedua formasi, di mana Formasi Nglanggran didominasi oleh batuan beku sedangkan Formasi Semilir terdiri dari batuan sedimen. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami struktur geologi bawah di kawasan tersebut.