Dwi Rayana Siregar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Orientasi Karier Mahasiswa Universitas Jambi dalam Perspektif Budaya Masyarakat Batak Sudawan Supriadi; Dwi Rayana Siregar; Sri Wahyuni
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi karier mahasiswa Universitas Jambi dalam perspektif budaya masyarakat Batak. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana nilai-nilai budaya Batak membentuk pandangan, motivasi, serta arah pilihan karier mahasiswa dalam konteks pendidikan tinggi dan tuntutan dunia kerja modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap sejumlah informan mahasiswa yang memiliki latar belakang budaya Batak. Data dianalisis secara tematik dengan menelusuri pola-pola nilai, motivasi, dan bentuk adaptasi budaya yang muncul dalam orientasi karier mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi karier mahasiswa Batak dipengaruhi secara kuat oleh nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun, terutama konsep hamoraon (kemakmuran), hasangapon (kehormatan), dan hagabeon (keturunan yang baik). Nilai-nilai ini menjadi pendorong utama bagi mahasiswa untuk berprestasi dan meraih kesuksesan, baik secara akademik maupun profesional. Selain itu, sistem nilai dalihan na tolu menjadikan karier bukan semata-mata sarana pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral terhadap keluarga dan komunitas. Dalam konteks pendidikan tinggi di Universitas Jambi, mahasiswa Batak menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan sosial dan profesional tanpa kehilangan identitas budayanya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa budaya Batak tidak menjadi penghambat, melainkan berfungsi sebagai modal budaya (cultural capital) yang memperkaya orientasi karier mahasiswa di era globalisasi. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teori orientasi karier berbasis budaya dan menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam merancang layanan pengembangan karier yang lebih inklusif dan berakar pada kearifan local.
EKSPLORASI KESESUAIAN PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) DENGAN KOMPETENSI KEAHLIAN BISNIS RITEL SISWA SMK NEGERI 1 BATANG HARI Septi Liana, Ainia; Arpizal; Dwi Rayana Siregar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50705

Abstract

This study was motivated by the discrepancy between the locations and activities of the industrial training program and the students’ competencies, resulting in practical experiences that do not fully support their readiness for the workforce. The study employed a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and documentation. The research informants consisted of students, supervising teachers, the vice principal for curriculum, the head of the vocational program, and representatives from the business/industrial sector. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of the internship program is proceeding fairly well; however, its alignment with retail business competencies is not yet optimal. Alignment is evident in the aspects of customer service and communication, whereas inventory management, the use of digital cash register systems, and digital marketing have not been maximized. Factors influencing these conditions include the limited availability of relevant PKL sites and the suboptimal implementation of digital work systems at the PKL sites. Therefore, enhanced collaboration between schools and the business/industrial sector is necessary to ensure that the implementation of PKL aligns with student competencies, thereby improving graduates’ skills and work readiness.