Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAYANAN ADMINITRASI DINAS PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVENSI SULAWESI SELATAN Welni Welni; Tirsa Tirsa; Abdul Sumarlin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan atminitrasi pada Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTST) provensi sulawesi Selatan melalui persfektif pengguna layanan. Pelayanan terpadu satu pintu merupakan kebijakan srategis pemerintah daerah dalam menyederhanakan birokrasi, mempercepat proses perizinan, serta meningkatkan keterjangkauan layanan publik. Namun dalam praktiknya, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi tantangan yang berkaitan dengan keterbatasan sumbe daya aparatu, sistem digital yang belum optimal, serta pemahaman masyarakat terhadap prosedur atministasi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh pemahaman holistik mengenai realitas pelayanan, pengalaman pemohon, serta dinamika internal lembaga penyedia layanan. Data diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dengan pemohon perizinan, staf front offive, dan pejabat pelaksana tekni, serta observasi langsug terhadap proses pelayanan di kantor DPTSP. Selain itu, analisis dokumen dilakukan terhadap regulasi, standar operasional prosedur (SOP), dan pedoman pelayanan yang menjadi landasan pelaksanaan kebijaksaan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan hasil penelitan menunjukan bahwa DPTST telah menyediakan layanan atminitrasi yang relatif lebih terstrukturdibandikan model pelayanan konfensional, terutama dalam aspek kepastian persyaratan, transparansi tahapan dan pengarsipan dokumen secara digital. Namun demikian, masih terdapat kelemahan siknifikan, seperti waktu tunggu yang tidak konsisten, keterlambatan verifikasi berkas, serta rendahnya literasi digital masyarakat pengguna layanan. Selain itu, ditemukan kesenjangan komunikasi antara petugas pelayanan dengan pemohon, khususnya pada jenis perizinan yang memiliki persyaratan teknis. Hambatan ini diperpara oleh keterbatasan koordinasi antar-unit teknis yang berwenang melakukan rekomendasi dan validasi perizinan,  sehingga mengakibatkan proses pelayanan memerlikan waktu yang lebih panjang dari yang diharapkan. Temuan lapangan juga mengindikasiakan bahwa keberhasilan peleyanan sangat dipengaruhi fakto non-teknis, seperti kualitas interaksi petugas, sikap pelayanan, serta kemampuan dalam memberikan inforamsi secara jelas dan empatik. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian merekomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem digital yang stabil dan user-frenli, serta penyusunan SOP yang konsisten instansi pendukng secara keseluruhan, pelaksanan pelayanan administrasi di PT DPTSP Provensi Sulawesi Selatan telah mampu mengara pada standar prlayanan publik moderen, namun masih membutukan penguatan kelembagaan dan adaptasi berbasis kebutuhan masyarakat untuk menyapai pelayanan yang efektif rensponsi, dan influsif
Menanamkan Nilai Moral Kristiani Kepada Siswa Sekolah Menengah Atas Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Kristen Lira Tasya; Erika Ratte; Tirsa Tirsa; Nita Toding; Silas Paruru Palabiran
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 4 (2025): November: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v3i4.2390

Abstract

This study aims to analyze how the implementation of the Kurikulum Merdeka supports the cultivation of Christian moral values among senior high school students in Christian Religious Education (PAK) classes. Using a library research method, the study reviews various written sources including books, scholarly articles, and curriculum documents to obtain a comprehensive understanding of how Christian values are integrated into PAK learning. The findings reveal that the Kurikulum Merdeka provides wide opportunities for student-centered, contextual, and character-oriented learning through the Profil Pelajar Pancasila (P5) Project. Christian values such as love, honesty, responsibility, forgiveness, and compassion can be internalized through intracurricular, co-curricular, and experiential project-based activities. The role of teachers as moral exemplars is crucial in guiding students’ character formation. The study also identifies several challenges, including the influence of digital culture, lack of role models within families, and limited instructional time. In conclusion, the implementation of the Kurikulum Merdeka has significant potential to foster Christian character in students, yet requires collaborative support from schools, families, and churches to achieve maksimal outcomes.