Kesehatan mental menjadi salah satu komponen penting dalam dunia olahraga modern karena berkaitan langsung dengan performa atlet, kualitas komunikasi, dan efektivitas proses kepelatihan. Studi literatur ini bertujuan menelaah bagaimana kesehatan mental berkontribusi terhadap optimalisasi proses kepelatihan olahraga, khususnya melalui hubungan antara pelatih dan atlet, kemampuan regulasi emosi, motivasi, serta pengambilan keputusan dalam situasi kompetitif. Temuan berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa pelatih yang memiliki literasi kesehatan mental yang baik mampu menciptakan lingkungan latihan yang suportif, mengurangi risiko burnout, meningkatkan kepercayaan diri atlet, dan memperkuat iklim psikologis positif dalam tim. Selain itu, kesehatan mental terbukti berperan dalam menurunkan tingkat stres, kecemasan kompetitif, serta meningkatkan fokus dan konsistensi performa. Pelatih yang menerapkan pendekatan holistis dengan memperhatikan faktor psikologis dan sosial terbukti lebih efektif dalam mengembangkan potensi atlet dibandingkan pelatih yang hanya berfokus pada aspek teknis maupun fisik. Studi ini juga menegaskan bahwa intervensi psikologis seperti mindfulness training, konseling olahraga, dan pendekatan motivasional terbukti berhasil meningkatkan kualitas proses kepelatihan. Dengan demikian, kesehatan mental merupakan elemen yang tidak terpisahkan dari efektivitas kepelatihan olahraga, sehingga perlu integrasi yang kuat dalam kurikulum pelatihan, program pembinaan, dan kebijakan organisasi olahraga. Studi ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat pelatihan kesehatan mental bagi pelatih, penerapan screening psikologis berkala, serta pengembangan lingkungan latihan yang berbasis pada well-being atlet untuk mencapai performa optimal.