Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Model Portofolio Dalam Pembelajaran IPS Erwin Eka Saputra; Ilmar Andi Achmad
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 2 No 2 (2023): November
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.161985/jesfa.v2i2.73

Abstract

Studi Ilmu Sosial (IPS), sebuah bahan yang terintegrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: geografi, sosiologi, sejarah, dan ekonomi. Ilmu Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan pendekatan interdisipliner aspek dan cabang ilmu-ilmu sosial (geografi, sosiologi, sejarah, ekonomi). IPS atau studi sosial yang merupakan bagian dari isi kurikulum sekolah dari bahan yang berasal dari cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: geografi, sosiologi, sejarah, dan ekonomi. Model-Based Learning fortofolio dianggap sebagai model alternatif dari model yang ada. Model Portfolio Pembelajaran Berbasis jarang digunakan di sekolah-sekolah karena butuh waktu dan proses yang panjang dan perlu hati-hati disiapkan dan dapat dilakukan satu smester sekali atau setahun sekali, tetapi sebenarnya dapat dipraktekkan pada waktu tertentu semester tidak memiliki semua catatan Learning Portofolio model proses implementasi berdasarkan dibuat sederhana namun tidak mengurangi dari model prinsip-prinsip. Manfaat pernyataan setelah jawaban kedua adalah bahwa proses pebelajaran siswa mengalami burnout atau kebosanan yang membuatnya sulit untuk memahami pelajaran sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. Tapi tidak ada Portofolio Model Pembelajaran kurang penting Berbasis dapat digunakan dalam penyampaian materi pelatihan khusus pada Studi Ilmu Sosial (IPS). Pelatihan guru. Oleh karena itu, model ini akan dianalisis apakah itu berbasis belajar model portofolio adalah model yang dianggap jauh lebih mudah untuk menerapkan dan mencapai sukses dalam menyerap materi pelajaran benar-benar optimal seperti yang diharapkan.
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika SD Kelas V Berdasar Newman Error Analysis Ekadayanti, Waode; Saputra, Erwin Eka; Fista, Bela; Yanti, Noer Rakhmat
Student Journal of Early Childhood Education Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Early Childhood Education Department, Faculty of Education, State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjece.v4i1.3041

Abstract

The purpose of this research is to find out the types and factors that cause student errors in solving math word problems for class V SD based on Newman error analysis. This type of research is descriptive qualitative research using a qualitative approach. Data collection techniques in this study used tests, interviews and documentation where the instrument used was a 4-item essay test, while the interviews were conducted by the class teacher to find out the factors that caused students' mistakes in solving math word problems. VB class students at SDN 4 Ranomeeto, totaling 25 people, were the subjects of this study. The results of this study indicate that students' ability to solve math word problems is still very low. Based on the NEA, the most student errors lie in comprehension errors (comprehension errors) 74 errors out of 25 students with 4 items followed by transformation errors with 7 errors then process skill errors with 2 errors and finally errors writing the final answer (encoding error) with 7 errors. It can be concluded that in solving math word problems based on the Newman error analysis error, most students made mistakes in understanding the problem.
Peningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Melalui Metode Role Playing Eka Saputra, Erwin
Journal of Information System and Education Development Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Information System and Education Development
Publisher : Manna wa Salwa Foundation (Yayasan Manna wa Salwa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62386/jised.v2i1.43

Abstract

The problem in this classroom action research is that the low value of Indonesian through the role playing method can improve the speaking skills of Class V students at SDN 219 Ara, Bonto Bahari District, Bulukumba Regency. Bulukumba. The approach used is a qualitative approach. The type of research used is classroom action research which consists of two cycles, where each cycle consists of two meetings, with activity procedures including planning, implementation, observation and reflection. The subjects in this study were teachers and fifth grade students at SDN 219 Ara, Bonto Bahari District, Bulukumba Regency. Those who are actively registered in the odd semester of the 2012/2013 academic year have 10 students, consisting of 9 boys and 1 girl. Data collection techniques used are observation, tests and documentation. The data analysis technique used is descriptive quantitative analysis. The indicators of the success of this research are the indicators of the process and results of speaking skills. The results show that with the optimal application of the Role Playing method, student learning activities increase, this can be seen in the first cycle being in the medium category because it is seen from the results of the speaking skills test at the end of the first cycle where the average score The average student has not reached the predetermined KKM and in the second cycle is in the very high category. Thus there is an increase in students' speaking skills in Indonesian subjects after the implementation of the Role Playing method can increase.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Erwin Eka Saputra
Jurnal Sultra Elementary School Volume 3 Nomor 1 2022
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v3i1.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dengan model pembelajaran kontekstual. (2) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dengan model pembelajaran konvensional. (3) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara model pembelajaran kontekstual lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Pada kelas eksperimen pembelajaran menggunakan model pembelajaran kontekstual, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Sampel penelitian ialah siswa kelas VI di dua sekolah yakni berjumlah 15 orang siswa SDN 1 Moramo dan 17 orang siswa SDN 11 Moramo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) dari nilai rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual terdapat peningkatan terhadap hasil kemampuan komunikasi matematis siswa. (2) dari nilai rata-rata pretest dan posttest kelas kontrol tersebut terjadi signifikan dan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran konvensional terdapat peningkatan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. (3) Nilai rata-rata N-Gain eksperimen sebesar 0.6364 termasuk kategori sedang , dan nlai rata-rata N-Gain control sebesar 0.2229 termaksud dalam kategori kurang. Peningkatan kemampuan komunikais matematis siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol.
PERAN KOMIK DIGITAL SEBAGAI MEDIA VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS NARASI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Erwin Eka Saputra; Chairan Zibar L. Parisu
Jurnal Sultra Elementary School Volume 5 Nomor 1 2024 : Juni
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v5i1.126

Abstract

This study aims to explore the role of digital comics as a visual medium in improving elementary school students' narrative writing skills. Through a qualitative-descriptive approach, this study examines the benefits, challenges, and effectiveness of using digital comics in learning. The findings show that digital comics make a positive contribution in helping students understand narrative structures, increasing learning motivation, and encouraging creativity. However, its implementation requires adequate technological support and training for teachers.
Pengembangan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar dalam Konteks Pendidikan Multikultural Pada Mata Pelajaran IPS: Indonesia Eka Saputra, Erwin
Journal of Information System and Education Development Vol. 2 No. 4 (2024): Journal of Information System and Education Development
Publisher : Manna wa Salwa Foundation (Yayasan Manna wa Salwa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62386/jised.v2i4.111

Abstract

Multicultural education in elementary schools plays an important role in shaping students' social skills. This education teaches students to appreciate cultural,. ethnic, religious, and linguistic diversity in everyday life. This article aims to discuss how elementary school students' social skills are developed through a multicultural education approach. By using various teaching methods and schoolprograms, multicultural education helps students understand the values of tolerance, cooperation, and empathy. This study found that students exposed to multicultural education showed significant improvements in social skills, such as openness to differences and the ability to work in diverse groups
Pengembangan Kurikulum Inklusif Untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Saputra, Erwin Eka; Zibar L. Parisu, Chairan; Andi Achmad, Ilmar; Jasmin, Jasmin
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v3i1.86

Abstract

Tujuan dilakukannya Studi literature ini untuk mengkaji Konsep Pengembangan Kurikulum Inklusif untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan mengkaji literatur untuk menggambarkan fakta-fakta atau keadaan terkait pengembangan kurikulum inklusif untuk meningkatkan partisipasi siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar. Hasil kajian literatur dapat kita simpulkan bahwa satuan pendidikan perlu mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Di samping itu, satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan peserta didik sesuai dengan kecerdasan, bakat, minat dan potensinya.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Interaksi Sosial Peserta didik di Sekolah Dasar Saputra, Erwin Eka; Sisi, La; Deni Pratama, Muh; Jusman, Jusman
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v3i2.103

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Interaksi Sosial Siswa di Sekolah Dasar. Populasi penelitian ini adalah Seluruh Siswa Kelas V SD Negeri 109 Lengora Pantai dan sampel di penelitian ini adalah siswa Kelas V SD Negeri 109 Lengora Pantai sebanyak 14 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian expost facto dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan Angket dan kemudian dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan perhitungan diperoleh harga Fhitung (1,160) > Ftabel (0,114). Oleh karena itu harga Fhitung lebih besar dari Ftabel maka artinya hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis (Ha) diterima. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap interaksi sosial. Hasil ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dapat dijadikan upaya meningkatkan interaksi sosial siswa kelas V SD.
Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap hasil belajar ipa siswa kelas IVSD Negeri 05 Enano Saputra, Erwin Eka; L. Parisu, Chairan Zibar; Al Gazali, Al Gazali
Jurnal Sultra Elementary School Volume 4 Nomor 1 2023
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v4i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Two Stay Two Stray (Tsts) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 05 Enano Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana Tahun Ajaran 2022/2023. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian quasi eksperimental desain (non equivalent control group design). Sampel dalam penelitian terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang berjumlah 60 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (uji t). Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh thitung ttabel yaitu 5,648 2,009 dengan taraf signifikan 0,05 atau 5% yang menyatakan Ha    diterima. Berdasarkan hasil diatas maka dapat kita simpulkan bahwa terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Terhadap Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas IV SD Negeri 05 Enano Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana.
Pengembangan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar dalam Konteks Pendidikan Multikultural Pada Mata Pelajaran IPS Saputra, Erwin EKa
SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/semesta.v2i3.175

Abstract

Multicultural education in primary schools plays an important role in shaping students' social skills. It teaches students to appreciate cultural, ethnic, religious and linguistic diversity in daily life. This article aims to discuss how primary school students' social skills are developed through a multicultural education approach. Using various teaching methods and school programmes, multicultural education helps students understand the values of tolerance, cooperation and empathy. The study found that students exposed to multicultural education showed significant improvements in social skills, such as openness to differences and the ability to work in diverse groups.