Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENCEGAH PERGAULAN BEBAS BAGI REMAJA BTN MINASA UPA KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Selfa Afia; Ayu Janianti Yusuf
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (November 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i01.381

Abstract

Pergaulan bebas merupakan perilaku menyimpang yang melanggar norma sosial dan moral yang berlaku di masyarakat. Fenomena ini kerap muncul di wilayah perkotaan besar, termasuk Kota Makassar. Tujuan kegiatan penyuluhan di BTN Minasa Upa adalah mencegah terjadinya pergaulan bebas melalui pendidikan karakter, pemilihan teman dan lingkungan yang positif, serta kesadaran diri akan nilai dan harga diri. Berdasarkan hasil observasi terhadap warga, ditemukan adanya beberapa remaja yang pernah terlibat dalam perilaku pergaulan bebas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi, dan pendekatan deskriptif. Upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi kepada remaja, pendekatan personal, serta penguatan pendidikan karakter. Pendidikan karakter berperan penting dalam menanamkan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sehingga membentuk kepribadian yang kuat serta kemampuan mengambil keputusan sesuai norma sosial. Dengan pemahaman diri dan lingkungan yang baik, remaja diharapkan mampu berpikir kritis, mengelola emosi, dan menolak pengaruh negatif. Keberhasilan pendidikan karakter sangat dipengaruhi oleh sinergi antara pendidik, keluarga, dan lingkungan sekitar. Orang tua memiliki peran sentral dalam memberikan bimbingan dan dukungan moral kepada anak. Selain itu, pendidikan agama menjadi fondasi utama dalam membentuk keimanan, disiplin, dan karakter mulia agar remaja memiliki pegangan spiritual yang kuat untuk menghadapi tantangan globalisasi serta terhindar dari perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas.
Metafora Religiusitas dalam Elemen Artistik Tari Pepe- Pepeka Ri Makka Andi Aryani; Selfa Afia; Sudarmawansyah Nurman
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.748

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji religiusitas dalam pertunjukan Tari Pepe-Pepeka ri Makka melalui pembacaan mendalam terhadap elemen artistiknya, yaitu walasuji, api, rebana, dan syair. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini memanfaatkan rekaman pertunjukan yang diunggah melalui kanal YouTube Armed TV Paropo sebagai sumber utama observasi, disertai kajian literatur mengenai sejarah Islamisasi Makassar, kosmologi Bugis-Makassar, serta teori estetika pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Pepe-Pepeka ri Makka tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional, tetapi merupakan ruang simbolik yang mengintegrasikan nilai dakwah, narasi ketauhidan, dan praktik ritual masyarakat Makassar. Walasuji membentuk ruang sakral yang merepresentasikan kosmologi sulapa eppa; api berfungsi sebagai metafora cahaya Ilahi sekaligus simbol perlindungan spiritual; rebana menghadirkan dimensi musikal yang berkaitan erat dengan tradisi dakwah Islam; dan syair menjadi medium verbal yang menyampaikan pesan moral dan teologis. Penggunaan media digital terbukti efektif dalam mendokumentasikan pertunjukan, memungkinkan peneliti melakukan peninjauan ulang yang mendalam dan sistematis. Penelitian ini sekaligus menegaskan bahwa pelestarian seni tradisi di era digital memerlukan integrasi antara praktik budaya, teknologi, dan kajian akademik agar nilai-nilai religius serta estetika lokal tetap dapat dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Respon Mahasiswa Muslim terhadap Ujaran Kebencian di Media Sosial melalui Implementasi Materi Toleransi dalam Pendidikan Agama Islam Ahmad, Nur Isra'; Selfa Afia; Ayu Janianti Yusuf; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5548

Abstract

Ujaran kebencian merupakan fenomena global yang semakin marak di era digital, terutama di ruang media sosial yang menjadi wadah interaksi lintas batas sekaligus sarana penyebaran konten negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa muslim terhadap ujaran kebencian di media sosial serta menganalisis peran implementasi materi toleransi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap respon tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 158 responden melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa muslim memiliki sensitivitas tinggi terhadap ujaran kebencian, mayoritas di antara mereka merasa terganggu dan mendorong untuk mengambil sikap dengan cara melaporkan atau menegur secara sopan sebagai bentuk internalisasi nilai toleransi dari PAI. Adapun implementasi materi toleransi terbukti relevan dalam membentuk karakter moderat mahasiswa, dengan tasamuh sebagai nilai dominan, serta diperkuat oleh ukhuwah, amanah, dan tawasuth. Mahasiswa juga menilai bahwa sikap moderat dapat dibentuk melalui pembinaan karakter di kampus, kajian etika komunikasi, dan integrasi nilai Islam dalam kurikulum digital yang saling melengkapi. Implikasinya, perguruan tinggi perlu memperkuat kurikulum PAI, metode pembelajaran interaktif, kajian etika komunikasi, serta pembinaan karakter agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menjaga etika komunikasi dan mencegah konflik sosial.