Koperasi sekolah memiliki peran strategis sebagai sarana pembelajaran ekonomi sekaligus wadah pembentukan karakter kemandirian dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Namun dalam praktiknya, pengelolaan koperasi sekolah masih menghadapi berbagai kendala, khususnya pada aspek permodalan yang berdampak pada terbatasnya pengembangan usaha dan rendahnya partisipasi anggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan pendidikan dalam memaksimalkan permodalan koperasi sekolah guna meningkatkan kemandirian dan partisipasi peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka, melalui pengumpulan data dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasi permodalan tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang dimiliki, tetapi juga oleh efektivitas pengelolaan, kualitas kepemimpinan, serta tingkat keterlibatan anggota. Strategi yang dapat diterapkan meliputi penguatan modal internal melalui peningkatan kesadaran anggota, inovasi dalam penghimpunan dana, diversifikasi unit usaha, serta pengembangan kemitraan dengan pihak eksternal. Selain itu, penerapan tata kelola keuangan yang transparan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan dan efisiensi operasional koperasi. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya partisipasi anggota, keterbatasan kompetensi pengelola, serta kurangnya dukungan kebijakan dari pihak sekolah. Oleh karena itu, diperlukan peran kepemimpinan pendidikan yang adaptif dan visioner untuk mengintegrasikan aspek edukatif, manajerial, dan kelembagaan secara berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, koperasi sekolah berpotensi berkembang menjadi lembaga yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.