Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kepemimpinan Nyai dalam Manajemen Pondok Pesantren : (Studi Kasus Pondok Pesantren Uzlifatil Jannah Kota Tangerang) Murobbi, Muhammad Najib; Mardliyah, Layla
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i2.2024.pp291-305

Abstract

Penenilitian ini dibingkai dalam topik kepemimpinan dan manajemen pondok pesantren yang berfokus pada analisis model kepemiminan Nyai di pondok pesantren dan kebijakannya dalam manajemen pondok pesantren Uzlifatil Jannah Kota Tangerang. Strategi pengelolaan manajemen pesantren, gaya kepemimpinan Nyai, dan dampak kepemimpinan Nyai dalam manajemen pondok pesantren merupakan sub fokus penelitian ini. Model penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang jenisya deskriptif. Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan menggunakan teknik kegiatan harian dan wawancara semi tersttuktur, observasi, dan dokumentasi merupakan alat pengumpulan data. Dalam menguji keabsahan data dilakukan teknik triangulasi sumber dan metode. Dari metode yang digunakan terdapat dua topik fokus penelitian, yaitu: (1) Bagaimana kepemimpinan yang dilakukan Ustadzah Hj. Mufidah Umaroh (2) Bagaimana pengelolaan manajemen pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan (1) Ustadzah Hj. Mufidah Umaroh dalam gaya kepemimpinannya menerapkan model kepemimpinan kharismatik. Hal ini dapat dilihat dengan gaya komunikasi, berpikir dan penerapan suri tauladan bagi seluruh santri (2) Dalam pola manajemen Ustadzah Hj. Mufidah Umaroh menerapkan teori POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Penerapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan terdapat bagian dan porsi masing-masing yang diinisiatori oleh Ustadzah Hj. Mufidah Umaroh dan pengurus, tenaga kependidikan sebagai eksekutornya.
Strategi Guru PAI Dalam Membentuk Karakter Peduli Sosial Siswa Melalui Metode Pembiasaan Jum’at Berinfaq di SMA Lutfiyatul Amaliyah, Evi Diani; Mardliyah, Layla
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-IKHLAS DAIRI SIDIKALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The character of social care is one of the characters formed through the habituation method, namely Friday almsgiving. This study aims to describe and analyze the strategy of Islamic Religious Education teachers in forming student’s social care character through the habituation method of Friday almsgiving at SMA Negeri 1 Randudongkal Pemalang. The research method used is a case study with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews with the principal, Islamic Religious Education teachers and students, and documentation of friday almsgiving activities. Using data analysis such as data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. For data validity, triangulation techniques were used. This study produced the following description that the character of social care includes exemplary behavior, namely Islamic Religious Education teachers participate in giving alms. Discipline, namely Islamic Religious Education teachers monitor and assist in the implementation of almsgiving activities, make schedules and reports related to almsgiving activities. Habituation through Friday almsgiving activities using four methods includes routine activities, namely the habituation of Friday almsgiving is carried out routinely every Friday. Spontaneous activities carried out include visiting friends who are sick or paying condolences when a student’s guardian dies. The role meodel carried out is the Islamic Religious Education teachers participate in giving alms. The programmed activities carried out are sacrificial practice. The habit of giving alms on Fridays can have a positive impact on students, such as being more concerned about others and being wiser in managing money.
IMPLEMENTASI KOLABORATIF ANTARA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT DAN PONDOK PESANTREN DALAM PROGRAM KESETARAAN PAKET B DAN C Rahma Feriska, Khoirunisa; Maulana Saefiansyah, Putra; Zulfatun Nikmah, Winda; Mardliyah, Layla
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 2 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i2.415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kolaborasi antara PKBM dan pondok pesantern dalam penyelenggaraan program kesetaraan paket B dan C sekaligus menelaah bagaimana implementasi pembelajaran, dampaknya bagi santri, serta tantangan yang muncul selama pelaksanaannya. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen pada PKBM Sentosa Bukateja Purbalingga dan beberapa pesantren mitra. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola kerja sama dan dinamika pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi terbangun melalui pembagian tugas kelembagaan, penyediaan tutor, pemanfaatan ruang belajar di pesantren, serta dukungan administrasi akademik. Pembelajaran berjalan fleksibel menyesuaikan jadwal pesantren sehingga memungkinkan santri mengikuti program kesetaraan tanpa meninggalkan aktivitas kepesantrenan. Kolaborasi ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya motivasi belajar, perluasan akses pendidikan, dan terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif. Namun, beberapa kendala seperti keterbatasan sarana, kemampuan tutor yang belum merata, dan sinkronisasi jadwal masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kapasitas penyelenggara.
Development of Penginyongan Culture as Islamic Socio-Educational Capital in Building Harmony of Indigenous Peoples in Banyumas Raya Roqib, Moh.; Mardliyah, Layla; Muyasaroh, Hanifah; Muna, Moh. Nailul; Sugiarti, Iis
Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Progressive Islamic Education
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/kharisma.v4i2.186

Abstract

Tensions and conflicts are recurring challenges in multicultural and multireligious societies, particularly in regions marked by substantial cultural diversity. In this context, local wisdom rooted in indigenous communities functions as a vital form of Islamic socio-educational capital that can foster social harmony. This research is grounded in the assumption that indigenous cultural values, when articulated within an Islamic ethical framework, play a strategic role in shaping peaceful coexistence. The purpose of this study is to analyze the development of Penginyongan culture as a socio-educational strategy for strengthening harmony among indigenous communities in Banyumas Raya from an Islamic perspective. This study employs a qualitative field research Design, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using an ethnographic approach, supported by symbolic interactionism and the constant comparative method to capture the dynamic meanings embedded in cultural practices. The findings demonstrate that the development of Penginyongan culture operates through three interconnected strategies: survival strategies aimed at preserving cultural identity, structural strategies institutionalized within social and religious structures, and network strategies that reinforce communal solidarity. These strategies foster collective awareness and sustained community participation in spiritual and ritual activities. The study concludes that Penginyongan culture nurtures lived religious expressions that integrate individual piety with social piety, thereby strengthening social harmony. The implications of this research suggest that locally rooted Islamic socio-education can serve as a replicable model for conflict mitigation and harmony-building in other pluralistic societies, proving that harmony is not imported but cultivated.
INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI PADA SISWA SANTRI DAN SISWA REGULER DI SEKOLAH BERBASIS PESANTREN Khafidz Al Khaq, Abdullah; Mardliyah, Layla
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 2 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i2.452

Abstract

Perbedaan karakteristik antara siswa santri dan siswa reguler di SMP Ma’arif NU 03 Purwokerto menjadi dasar diterapkanya Model Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan belajar masing-masing kelompok siswa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Model Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti pada Siswa Santri dan Siswa Reguler di SMP Ma’arif NU 03 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru PAI dan Budi Pekerti, siswa santri kelas VIII A, dan siswa reguler kelas VIII B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan adanya integrasi model pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP Ma’arif NU 03 Purwokerto. Model pembelajaran intensif berupa Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) pada siswa reguler dan pengajian kitab kuning pada siswa santri, berintegrasi dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa santri dan model Project Based Learning (PJBL) pada siswa reguler. Implikasi dari model pembelajaran intensif dengan model PBL pada siswa santri mendorong keaktifan siswa dalam diskusi, kemampuan menganalisis permasalahan keagamaan, serta pemahaman materi yang lebih mendalam. Sementara itu, pembelajaran BTA dengan model PJBL pada siswa reguler terbukti meningkatkan pemahaman dasar keagamaan serta keaktifan siswa melalui kegiatan proyek dan presentasi hasil karya. Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP Ma’arif NU 03 Purwokerto mampu meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi lebih optimal.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN KOKURIKULER KHAS LEMBAGA PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Inayah Zulaikhah , Laila; Mardliyah, Layla
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 2 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i2.510

Abstract

Kegiatan kokurikuler khas lembaga merupakan kegiatan yang disusun dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan kekhasan lingkungan setempat, nilai-nilai yang menjadi ciri lembaga, potensi yang tumbuh di tengah masyarakat sekitar, serta keberagaman budaya dan sosial di wilayah tersebutPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pendidikan karakter anak usia dini di lembaga PAUD dilakukan melalui kegiatan kokurikuler khas lembaga, yakni tahlil Jumat dan ziarah kubur, yang menyatu dengan tradisi Nahdlatul Ulama. Meteode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menilai pelaksanaan kegiatan, partisipasi anak, serta peran guru. Hasil menunjukkan anak mampu mengikuti doa, dzikir, dan tata krama secara menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan. Aktivitas ini menstimulasi pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral anak secara berkelanjutan. Nilai religius, disiplin, empati, rasa hormat, dan kebersamaan mulai terbentuk melalui pengalaman langsung dalam lingkungan sosial dan budaya mereka. Temuan memperkuat pemahaman bahwa kegiatan berbasis tradisi keagamaan dan budaya lokal efektif menanamkan karakter, membentuk kebiasaan positif, dan mengembangkan keterampilan sosial sejak usia dini.