Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kolaborasi antara PKBM dan pondok pesantern dalam penyelenggaraan program kesetaraan paket B dan C sekaligus menelaah bagaimana implementasi pembelajaran, dampaknya bagi santri, serta tantangan yang muncul selama pelaksanaannya. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen pada PKBM Sentosa Bukateja Purbalingga dan beberapa pesantren mitra. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola kerja sama dan dinamika pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi terbangun melalui pembagian tugas kelembagaan, penyediaan tutor, pemanfaatan ruang belajar di pesantren, serta dukungan administrasi akademik. Pembelajaran berjalan fleksibel menyesuaikan jadwal pesantren sehingga memungkinkan santri mengikuti program kesetaraan tanpa meninggalkan aktivitas kepesantrenan. Kolaborasi ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya motivasi belajar, perluasan akses pendidikan, dan terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif. Namun, beberapa kendala seperti keterbatasan sarana, kemampuan tutor yang belum merata, dan sinkronisasi jadwal masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kapasitas penyelenggara.
Copyrights © 2025