Faridah, Hamdah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Budaya Kawin Paksa Persfektif Hukum Islam Faridah, Hamdah
As-Sakinah : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): As-Sakinah : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/sakinah321795

Abstract

Kawin paksa merupakan salah satu peristiwa yang sering terjadi dalam urusan perkawinan (munakahat). Tindakan ini merupakan penyimpangan dan kekerasan terhadap anak, salah satunya adalah kawin paksa yang diatur oleh orang tua. Meskipun terkadang kawin paksa berakhir dengan kebahagiaan dalam rumah tangga, dampak negatifnya lebih besar daripada dampak positifnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi lapangan kualitatif dengan wawancara dan pendekatan ilmiah untuk memperoleh data untuk tujuan dan kegunaan tertentu. Metode ini digunakan untuk mengarahkan penelitian menuju hasil yang optimal. Kawin paksa terjadi karena beberapa alasan, termasuk pertimbangan mengenai nasab, faktor ekonomi, keinginan orang tua, dan kekhawatiran akan pergaulan bebas anak muda. Dalam perspektif hukum Islam, kawin paksa dianggap sah menurut fiqh jika semua rukun perkawinan telah terpenuhi, termasuk adanya wali yang memaksa, baik perkawinan rahasia maupun perkawinan resmi yang dicatat oleh lembaga terkait seperti KUA (Kantor Urusan Agama). Namun, perkawinan paksa dianggap tidak sah apabila dilakukan dengan paksaan, tekanan psikis, atau kekerasan fisik, sebagaimana diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Perkawinan tahun 1974.
Majelis Ta’lim sebagai Pusat Pendidikan Agama Nonformal: Studi Pemberdayaan Masyarakat di Desa Gintungan, Berjan Purworejo Analisatussobah; Faridah, Hamdah; Mutiqoh, Hanum
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/al-khidmah.412007

Abstract

Majelis ta’lim merupakan salah satu lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman agama dan pembinaan moral masyarakat. Namun dalam praktiknya, optimalisasi peran majelis ta’lim dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, seperti metode pembelajaran yang kurang variatif serta keterlibatan masyarakat yang belum merata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji serta memperkuat peran majelis ta’lim dalam meningkatkan pendidikan agama masyarakat di Desa Mayak, Kecamatan Cibeber. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengurus majelis ta’lim dan tokoh masyarakat, serta diskusi bersama anggota majelis ta’lim. Proses kegiatan dilakukan melalui tahap perencanaan bersama komunitas, pelaksanaan kegiatan pengajian dan diskusi keagamaan, serta evaluasi kegiatan untuk melihat perubahan pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa majelis ta’lim di Desa Mayak memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman agama masyarakat melalui kegiatan pengajian rutin, kajian kitab, dan diskusi keagamaan. Selain itu, majelis ta’lim juga berperan dalam membentuk karakter religius masyarakat melalui penanaman nilai moral, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan persaudaraan antarwarga. Keberadaan majelis ta’lim juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Dengan demikian, majelis ta’lim dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan agama nonformal yang efektif dalam meningkatkan kualitas kehidupan religius masyarakat serta memperkuat nilai-nilai sosial keagamaan di tingkat komunitas.