Transformasi digital pendidikan menjadi kebutuhan mendesak di era pembelajaran abad ke-21. Sekolah dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara menyeluruh, salah satunya melalui program Google for Education yang mendukung integrasi platform digital berbasis Google seperti Google Classroom, Google Drive, Google Meet, serta layanan Google Workspace lainnya dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan SMAN 2 Sipora dalam proses menuju Sekolah Rujukan Google melalui pelatihan Google for Education. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologis, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri atas 17 partisipan yang meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan SMAN 2 Sipora berada pada kategori adaptif menuju progresif. Empat dimensi kesiapan utama teridentifikasi, yaitu: (1) kesiapan infrastruktur digital, (2) kesiapan sumber daya manusia pendidikan, (3) kesiapan kepemimpinan dan manajerial digital, serta (4) kesiapan budaya pembelajaran digital. Pelatihan Google for Education menjadi factor penggerak utama dalam peningkatan literasi digital guru dan pembentukan budaya kolaboratif berbasis teknologi. Penelitian ini berkontribusi terhadap penguatan teori kesiapan transformasi digital pendidikan serta memberikan rekomendasi praktis bagi sekolah di wilayah kepulauan dalam mengadopsi inovasi teknologi secara bertahap dan berkelanjutan. Readiness of SMAN 2 Sipora to Become a Google Reference School: A Case Study of Google for Education Training The digital transformation of education has become an essential requirement in the 21st-century learning era. Schools are expected to integrate technology comprehensively, including through the Google for Education program, which facilitates the use of Google Workspace services such as Google Classroom, Google Drive, Google Meet, and others in teaching and learning. This study aims to examine the readiness of SMAN 2 Sipora in progressing toward becoming a Google Reference School through the implementation of Google for Education training. This study employed a descriptive phenomenological qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. A total of 17 participants were involved, consisting of the principal, teachers, educational staff, and students. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and verification. The results indicate that SMAN 2 Sipora demonstrates a readiness level categorized as adaptive toward progressive. Four primary dimensions of readiness were identified: (1) digital infrastructure readiness, (2) readiness of educational human resources, (3) digital leadership and managerial readiness, and (4) digital learning culture readiness. The Google for Education training played a significant role in enhancing teachers’ digital literacy and fostering a collaborative, technology-based learning culture. This study contributes to the development of a theory of digital education transformation readiness and offers practical recommendations for schools in archipelagic regions to adopt technological innovations gradually and sustainably.