Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesiapan SMAN 2 Sipora Menuju Sekolah Rujukan Google: Studi Kasus Pelatihan Google for Education Noviko, Heri; Ta ali, Ta ali; Sriwahyuni, Titi
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/xk7gff14

Abstract

Transformasi digital pendidikan menjadi kebutuhan mendesak di era pembelajaran abad ke-21. Sekolah dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara menyeluruh, salah satunya melalui program Google for Education yang mendukung integrasi platform digital berbasis Google seperti Google Classroom, Google Drive, Google Meet, serta layanan Google Workspace lainnya dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan SMAN 2 Sipora dalam proses menuju Sekolah Rujukan Google melalui pelatihan Google for Education. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologis, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri atas 17 partisipan yang meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan SMAN 2 Sipora berada pada kategori adaptif menuju progresif. Empat dimensi kesiapan utama teridentifikasi, yaitu: (1) kesiapan infrastruktur digital, (2) kesiapan sumber daya manusia pendidikan, (3) kesiapan kepemimpinan dan manajerial digital, serta (4) kesiapan budaya pembelajaran digital. Pelatihan Google for Education menjadi factor penggerak utama dalam peningkatan literasi digital guru dan pembentukan budaya kolaboratif berbasis teknologi. Penelitian ini berkontribusi terhadap penguatan teori kesiapan transformasi digital pendidikan serta memberikan rekomendasi praktis bagi sekolah di wilayah kepulauan dalam mengadopsi inovasi teknologi secara bertahap dan berkelanjutan. Readiness of SMAN 2 Sipora to Become a Google Reference School: A Case Study of Google for Education Training  The digital transformation of education has become an essential requirement in the 21st-century learning era. Schools are expected to integrate technology comprehensively, including through the Google for Education program, which facilitates the use of Google Workspace services such as Google Classroom, Google Drive, Google Meet, and others in teaching and learning. This study aims to examine the readiness of SMAN 2 Sipora in progressing toward becoming a Google Reference School through the implementation of Google for Education training. This study employed a descriptive phenomenological qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. A total of 17 participants were involved, consisting of the principal, teachers, educational staff, and students. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and verification. The results indicate that SMAN 2 Sipora demonstrates a readiness level categorized as adaptive toward progressive. Four primary dimensions of readiness were identified: (1) digital infrastructure readiness, (2) readiness of educational human resources, (3) digital leadership and managerial readiness, and (4) digital learning culture readiness. The Google for Education training played a significant role in enhancing teachers’ digital literacy and fostering a collaborative, technology-based learning culture. This study contributes to the development of a theory of digital education transformation readiness and offers practical recommendations for schools in archipelagic regions to adopt technological innovations gradually and sustainably.
Krisis Makna Belajar Generasi Z di SMK: Sebuah Tinjauan Sistematis Filsafat Pendidikan Noviko, Heri; Nofutri, Evi; Rahmat, Rahmat; Abdullah, Rijal; Hidayat, Hendra
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/67g64g50

Abstract

 Perkembangan budaya digital mengubah pola pikir, perilaku, dan cara belajar Generasi Z, termasuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Perubahan ini memunculkan krisis makna belajar, yaitu kondisi ketika siswa tidak mampu menghubungkan proses pembelajaran dengan nilai personal atau tujuan karier. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi krisis tersebut melalui Systematic Literature Review (SLR) menggunakan protokol PRISMA 2020 terhadap 72 artikel terindeks internasional terbit pada 2012–2024. Analisis memetakan temuan tentang perilaku belajar generasi digital, relevansi pendidikan vokasi, pergeseran nilai vokasional, serta tekanan budaya digital terhadap proses pemaknaan belajar. Hasil kajian mengidentifikasi lima tema utama: perubahan perilaku belajar akibat paparan digital, hilangnya makna belajar dalam konteks vokasi, melemahnya identitas vokasional, tekanan psikologis budaya digital, dan relevansi filsafat pendidikan khususnya eksistensialisme, humanisme, dan pragmatisme dalam memahami fenomena tersebut. Penelitian ini menegaskan perlunya reorientasi pedagogis dalam pendidikan vokasi menuju pendekatan yang lebih reflektif, humanistik, dan berbasis pengalaman agar Generasi Z dapat membangun kembali makna belajar secara lebih utuh. The Learning Meaning Crisis Among Generation Z in Vocational High Schools: A Systematic Review from the Perspective of Philosophy of Education  The rapid expansion of digital culture has reshaped the thinking patterns, behaviors, and learning styles of Generation Z, including students in vocational high schools. These changes have led to a learning-meaning crisis, in which students struggle to connect the learning process with personal values or future career goals. This study analyzes the underlying factors of this crisis using a Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA 2020 protocol, based on 72 internationally indexed articles published between 2012 and 2024. The analysis maps empirical findings related to digital learning behaviors, the relevance of vocational education, shifts in vocational values, and the influence of digital culture on students’ meaning-making processes. Five key themes were identified: changes in learning behavior driven by digital exposure, the diminishing sense of meaning in vocational learning, the weakening of vocational identity, psychological pressures within digital culture, and the relevance of educational philosophies particularly existentialism, humanism, and pragmatism in explaining these phenomena. The study concludes that vocational education requires a pedagogical reorientation toward more reflective, humanistic, and experience-based approaches to help Generation Z reconstruct a more meaningful learning experience..
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP INOVASI GURU MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DIGITAL Noviko, Heri; Maksum, Hasan; Novaliendry, Dony
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8013

Abstract

This study aims to analyze the effect of transformational leadership on teacher innovation in the use of simple digital learning technologies at SMAN 2 Sipora. As a school located in an island region, teachers face resource constraints, but the presence of digital platforms such as Google Classroom, Canva Edu, and Quizizz provides opportunities for more innovative learning. This study used a quantitative method with a correlational design and involved 35 teachers selected through total sampling. The research instrument was a Likert-scale questionnaire, and data analysis was performed using Pearson's correlation and simple linear regression. The results showed that transformational leadership had a positive and significant relationship with teacher innovation, as indicated by a correlation ue of 0.399. The regression model produced the equation Y = 24.43 + 0.40X, which shows that an increase in transformational leadership is followed by an increase in teacher innovation. These findings emphasize the importance of leadership support and the use of simple digital technology in encouraging innovative learning practices. This study recommends strengthening transformational leadership competencies and increasing access to technology as efforts to improve teacher innovation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap inovasi guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran digital sederhana di SMAN 2 Sipora. Sebagai sekolah yang berada di wilayah kepulauan, guru menghadapi keterbatasan sumber daya, namun hadirnya platform digital seperti Google Classroom, Canva Edu, dan Quizizz memberikan peluang bagi terciptanya pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 35 guru yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki hubungan positif dan signifikan dengan inovasi guru, ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 0,399. Model regresi menghasilkan persamaan Y = 24,43 + 0,40X yang menunjukkan bahwa peningkatan kepemimpinan transformasional diikuti oleh peningkatan inovasi guru. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan kepemimpinan serta pemanfaatan teknologi digital sederhana dalam mendorong praktik pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi kepemimpinan transformasional dan peningkatan akses teknologi sebagai upaya untuk meningkatkan inovasi guru.