p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Reflection Journal
Nofutri, Evi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan oleh Kepala Sekolah di Wilayah dengan Keterbatasan Infrastruktur: Kajian Literatur Nofutri, Evi; Jalinus, Nizwardi; Ernawati, Ernawati; Yustisia, Henny
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/q1shz882

Abstract

Pendidikan Indonesia saat ini menghadapi tuntutan adaptasi digital sekaligus kesenjangan infrastruktur yang persisten, menjadikan peran kepala sekolah di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sangat krusial. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis praktik, tantangan, dan strategi manajemen sumber daya manusia (SDM) pendidikan oleh kepala sekolah di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur tersebut. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan analisis tematik, kajian ini menganalisis 24 artikel terpilih dari 62 publikasi awal yang terbit pada rentang tahun 2020 hingga 2025. Proses seleksi didasarkan pada relevansi terhadap manajemen SDM dan kepemimpinan di daerah terpencil.Temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah di daerah 3T menghadapi "beban ganda": mengelola kekurangan infrastruktur dasar yang memengaruhi retensi dan motivasi guru, serta memenuhi tuntutan kompetensi digital nasional. Model manajemen SDM yang kaku terbukti tidak sesuai untuk konteks 3T. Strategi yang efektif ditemukan menekankan pada kepemimpinan adaptif dan kolaboratif, serta penguatan kolaborasi antar-guru sebagai bentuk pengembangan profesional berkelanjutan. Kajian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan partisipatif dan inovatif merupakan faktor kunci dalam keberhasilan manajemen SDM di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Implikasi studi ini menekankan perlunya kebijakan pelatihan kepala sekolah yang lebih kontekstual dan tidak hanya bersifat administratif. Analysis of Human Resource Management (HRM) in Education by School Principals in Infrastructure-Limited Areas: A Literature Review  Indonesia’s education system is currently confronted with the dual demands of digital adaptation and persistent infrastructural disparities, making the role of school principals in remote, frontier, and outermost regions (3T) exceptionally critical. This literature review aims to analyze the practices, challenges, and human resource management (HRM) strategies employed by school principals in these infrastructure-limited areas. Using a Systematic Literature Review (SLR) method with a thematic analysis approach, the study examines 24 selected articles from an initial pool of 62 publications published between 2020 and 2025. The selection process was based on relevance to HRM and educational leadership in remote regions. The findings indicate that school principals in 3T areas face a “double burden”: managing shortages in basic infrastructure that affect teacher retention and motivation, while simultaneously meeting national digital competency requirements. Rigid HRM models are shown to be ineffective for the contextual realities of 3T regions. Effective strategies emphasize adaptive and collaborative leadership, as well as strengthening teacher collaboration as a form of continuous professional development. The review concludes that participatory and innovative leadership are key factors in successful HRM within infrastructurally constrained environments. The study’s implications highlight the need for more contextualized principal training policies that go beyond administrative orientation.
Krisis Makna Belajar Generasi Z di SMK: Sebuah Tinjauan Sistematis Filsafat Pendidikan Noviko, Heri; Nofutri, Evi; Rahmat, Rahmat; Abdullah, Rijal; Hidayat, Hendra
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/67g64g50

Abstract

 Perkembangan budaya digital mengubah pola pikir, perilaku, dan cara belajar Generasi Z, termasuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Perubahan ini memunculkan krisis makna belajar, yaitu kondisi ketika siswa tidak mampu menghubungkan proses pembelajaran dengan nilai personal atau tujuan karier. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi krisis tersebut melalui Systematic Literature Review (SLR) menggunakan protokol PRISMA 2020 terhadap 72 artikel terindeks internasional terbit pada 2012–2024. Analisis memetakan temuan tentang perilaku belajar generasi digital, relevansi pendidikan vokasi, pergeseran nilai vokasional, serta tekanan budaya digital terhadap proses pemaknaan belajar. Hasil kajian mengidentifikasi lima tema utama: perubahan perilaku belajar akibat paparan digital, hilangnya makna belajar dalam konteks vokasi, melemahnya identitas vokasional, tekanan psikologis budaya digital, dan relevansi filsafat pendidikan khususnya eksistensialisme, humanisme, dan pragmatisme dalam memahami fenomena tersebut. Penelitian ini menegaskan perlunya reorientasi pedagogis dalam pendidikan vokasi menuju pendekatan yang lebih reflektif, humanistik, dan berbasis pengalaman agar Generasi Z dapat membangun kembali makna belajar secara lebih utuh. The Learning Meaning Crisis Among Generation Z in Vocational High Schools: A Systematic Review from the Perspective of Philosophy of Education  The rapid expansion of digital culture has reshaped the thinking patterns, behaviors, and learning styles of Generation Z, including students in vocational high schools. These changes have led to a learning-meaning crisis, in which students struggle to connect the learning process with personal values or future career goals. This study analyzes the underlying factors of this crisis using a Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA 2020 protocol, based on 72 internationally indexed articles published between 2012 and 2024. The analysis maps empirical findings related to digital learning behaviors, the relevance of vocational education, shifts in vocational values, and the influence of digital culture on students’ meaning-making processes. Five key themes were identified: changes in learning behavior driven by digital exposure, the diminishing sense of meaning in vocational learning, the weakening of vocational identity, psychological pressures within digital culture, and the relevance of educational philosophies particularly existentialism, humanism, and pragmatism in explaining these phenomena. The study concludes that vocational education requires a pedagogical reorientation toward more reflective, humanistic, and experience-based approaches to help Generation Z reconstruct a more meaningful learning experience..