Ismawati, Hema
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KURIKULUM ADAPTIF UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DI SLB TUNA RUNGU WICARA DAN SLB TUNA GRAHITA MOJOLABAN Al-Hakim, Dzaky Nabil; Nugraha, Arga Adhi; Rosyidah, Nida; Ismawati, Hema
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i3.25244

Abstract

Manajemen kurikulum di sekolah luar biasa (SLB) sering menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan birokrasi yang kaku dengan kebutuhan akan metode pengajaran yang fleksibel dan adaptif untuk secara efektif meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana manajemen kurikulum diterapkan di SLB Tuna Rungu Wicara dan Tuna Grahita Bina Insan Mandiri Mojolaban guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian menggunakan desain studi kasus eksplanatori kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam bersama kepala sekolah, dan pengembang kurikulum, dikombinasikan dengan observasi partisipatif terhadap kegiatan kelas serta analisis dokumen terkait, seperti rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan laporan evaluasi, untuk memperoleh data komprehensif mengenai praktik dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum mencakup perencanaan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang beragam, pelaksanaan terdiferensiasi melalui penggunaan media pembelajaran konkret dan multisensorik untuk mengembangkan keterampilan hidup dan kompetensi praktis, serta proses evaluasi bertingkat yang meliputi observasi mingguan, tinjauan bulanan, dan penilaian tahunan untuk memantau kemajuan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Pendekatan ini menghasilkan peningkatan keterlibatan siswa, partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan, serta pengembangan kemandirian dan keterampilan sosial meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya dan beban administratif yang signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dengan menawarkan wawasan tentang strategi kurikulum adaptif yang mampu mengintegrasikan fleksibilitas dengan kepatuhan terhadap standar, sehingga memberikan kerangka kerja bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan praktik pendidikan inklusif dan mendukung pertumbuhan holistik peserta didik berkebutuhan khusus di konteks serupa.
Integrasi Tasawuf Akhlaki Al-Ghazālī Dalam Keberlanjutan Lingkungan: Paradigma Spiritual Menghadapi Krisis Ekologi Al-Hakim, Dzaky Nabil; Mufidah, Hafizhah Nuri Rahma; Ismawati, Hema; Annur, Fauzi
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v6i1.191

Abstract

Abstract This study explores the integration of al-Ghazālī’s Sufi ethics into the framework of environmental sustainability as a spiritual and ethical paradigm addressing contemporary ecological crises. Employing an emic-oriented qualitative analytical library research methodology, the investigation examines al-Ghazālī’s seminal work, Ihya’ Ulūm al-Dīn, alongside secondary sources from accredited journals to understand how maqāmāt such as at-taubat, asy-syukr, az-zuhd, and al-mahabbah constitute an ethical transformation framework connecting spiritual, moral, and behavioral dimensions of human life. Findings indicate that pillars of environmental sustainability, including Planetary Boundaries, Life Cycle Assessment, and Sustainable Development Goals, are mutually complementary with religious agency, with Sufi ethics serving as a value-driven catalyst for ecological practices at individual, communal, and institutional levels. Universal values across faiths, including metanoia in Christianity, karma purification in Hinduism, and moral purification in Buddhism, exhibit intrinsic resonance with al-Ghazālī’s maqāmāt, facilitating interfaith collaboration in environmental stewardship. Content analysis reveals that integrating Sufi ethics promotes sustainable behavioral transformation through inner purification, gratitude, consumption restraint, and universal love, effectively addressing root causes of ecological crises such as anthropocentrism and consumerism. This study proposes an integrative conceptual model bridging spirituality, ethics, and ecology, with practical implications for religious education, governmental policy, and community engagement, emphasizing that environmental sustainability can be realized through a holistic synergy of moral, spiritual, and social dimensions. Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi integrasi tasawuf akhlaki al-Ghazālī dalam kerangka keberlanjutan lingkungan sebagai paradigma spiritual dan etis untuk merespons krisis ekologi kontemporer. Menggunakan metodologi studi kepustakaan analitis kualitatif berbasis emic, kajian ini menelaah karya utama al-Ghazālī, Ihya’ Ulūm al-Dīn, serta literatur sekunder dari jurnal terakreditasi untuk memahami bagaimana maqāmāt seperti At-Taubat, Asy-Syukr, Az-Zuhd, dan AlMahabbah membentuk kerangka transformasi etis yang menghubungkan dimensi spiritual, moral, dan perilaku manusia. Hasil analisis menunjukkan bahwa pilar keberlanjutan lingkungan, termasuk Planetary Boundaries, Life Cycle Assessment, dan Sustainable Development Goals, saling melengkapi dengan agensi keagamaan, di mana tasawuf akhlaki berfungsi sebagai sumber nilai yang mendorong praktik ekologis pada tingkat individu, komunitas, dan institusi. Nilai-nilai universal lintas agama, seperti metanoia dalam Kristen, karma purification dalam Hindu, dan moral purification dalam Buddha, menunjukkan resonansi intrinsik dengan maqāmāt al-Ghazālī, membuka peluang kolaborasi interfaith untuk pelestarian lingkungan. Kajian ini mengungkap bahwa integrasi tasawuf akhlaki memfasilitasi perubahan perilaku berkelanjutan melalui penyucian batin, rasa syukur, pengendalian konsumsi, dan cinta universal, yang efektif menghadapi akar krisis ekologi seperti antroposentrisme dan konsumerisme. Temuan ini menawarkan model konseptual integratif antara spiritualitas, etika, dan ekologi, dengan implikasi praktis untuk pendidikan agama, kebijakan pemerintah, dan partisipasi masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan dapat diwujudkan melalui sinergi moral, spiritual, dan sosial yang holistik.