Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Petualangan di Dunia Nutrisi: Mengajak Anak Mengenal Makanan Sehat Melalui Permainan Interaktif Alfiatuz Zahro; Misbakhul Munir; Moh Aan Sulton
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i1.2237

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas media permainan interaktif “Petualangan di Dunia Nutrisi” dalam meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan keterlibatan siswa sekolah dasar terkait konsep gizi. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pretest–posttest control group. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pengetahuan gizi setelah penggunaan permainan, didukung oleh observasi aktivitas siswa yang menunjukkan keterlibatan dan antusiasme tinggi selama pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edutainment melalui permainan interaktif mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, menarik, dan relevan bagi anak. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media serupa sebagai alternatif pembelajaran gizi di sekolah dasar
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENERAPKAN EDUTAINMENT BERBASIS KARAKTER Nabilatus Sholiha; Nur Halizatus Sa’diah; Uswatul Khasanah; Moh Aan Sulton
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/fb4kwg18

Abstract

Artikel ini membahas mengenai signifikansi penerapan metode edutainment sebagai solusi baru dalam memperkuat pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar. Di tengah tantangan pembelajaran yang sering monoton, kaku, dan berfokus pada guru, edutainment muncul dengan menggabungkan unsur pendidikan dan hiburan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna bagi siswa. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan konsep dasar edutainment, menemukan nilai-nilai karakter yang dapat diterapkan, serta merumuskan prinsip-prinsip penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya. Melalui media kreatif seperti permainan edukatif, drama, musik, dan teknologi interaktif, nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa percaya diri bisa ditanamkan dengan cara yang alami tanpa tekanan. Edutainment tidak hanya membuat siswa lebih aktif, tetapi juga menumbuhkan motivasi yang berasal dari dalam diri untuk belajar dan terlibat. Selain itu, metode ini mampu mengurangi kebosanan, meningkatkan konsentrasi, dan memperkuat hubungan sosial antara siswa. Peran guru sebagai fasilitator yang kreatif, komunikatif, dan profesional sangat penting, karena guru dituntut untuk merancang kegiatan yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan. Menurut (Riyani, 2022), edutainment dapat menjadi strategi yang efektif untukn membnagun karakter dan meningkatkan kualitas pembelajran di sekolah
MEMAHAMI KEKUATAN KARAKTER DALAM SETIAP TAHAP PEMBELAJARAN (STUDI KASUS DI MI MAMBAUL ULUL) Firda Ni'fatul Khusna; Nafisya Alfi Laily; Putri Martha Lisa; Moh Aan Sulton
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jj4cs895

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pembentukan kepribadian siswa, khususnya pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah yang menjadi tahap awal pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penguatan karakter siswa dalam proses pembelajaran, meliputi tahap pendahuluan, inti, dan penutup, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru, dan dokumentasi pendukung di lingkungan madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pendahuluan, penguatan karakter tampak melalui pembiasaan disiplin, religiusitas, rasa hormat, dan kesiapan belajar siswa. Pada tahap inti pembelajaran, karakter rasa ingin tahu, kerja sama, empati, ketekunan, dan tanggung jawab akademik berkembang melalui aktivitas diskusi, tanya jawab, dan kerja kelompok. Sementara itu, pada tahap penutup pembelajaran, karakter tanggung jawab, kejujuran akademik, dan refleksi diri mulai terbentuk meskipun masih memerlukan bimbingan intensif dari guru. Faktor pendukung penguatan karakter meliputi peran guru, metode pembelajaran, budaya sekolah, dan lingkungan religius, sedangkan faktor penghambat mencakup perbedaan karakter siswa, keterbatasan waktu, dan kondisi kelas.