Dhamar Ibrahim Kadista Putra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM INTEGRASI KEILMUAN TWIN TOWERS PERSPEKTIF AKH MUZAKKI Dhamar Ibrahim Kadista Putra; Firda Diana Putri; Moh.faizin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas inovasi kurikulum Pendidikan Islam melalui pendekatan integrasi keilmuan Twin Towers dalam perspektif Akh. Muzakki. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana model integratif-multidisipliner tersebut menjadi dasar pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan era Revolusi Industri 4.0. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis dokumen yang bersumber dari kurikulum PAI UIN Sunan Ampel Surabaya serta kebijakan nasional pendidikan tinggi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Twin Towers berperan strategis dalam mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum dengan menghubungkan dua menara keilmuan keislaman dan sains–humaniora melalui jembatan pendekatan multidisipliner. Dalam perspektif Akh. Muzakki, integrasi ini berlandaskan paradigma Smart-Pious-Honourable, yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan kearifan moral. Desain kurikulum integratif ini selaras dengan konsep ulul albab dan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka, menghasilkan lulusan muslim yang cerdas, bermartabat, dan berakhlak mulia. Kesimpulannya, inovasi kurikulum berbasis Twin Towers merupakan wujud transformasi pendidikan Islam menuju sistem yang holistik, relevan dengan perkembangan global, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
Pancasila Sebagai Landasan Demokrasi dan Ham Perspektif Yusril Ihza Mahendra Dhamar Ibrahim Kadista Putra; Sorayya Febby Kalkautsari; Moh. Faizin; Adhisti Muthia Syawali
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/paud.v2i4.794

Abstract

Pancasila, as the foundational ideology of Indonesia, plays a fundamental role in shaping a democratic system and ensuring the protection of human rights based on justice. From Yusril Ihza Mahendra’s perspective, Pancasila is not merely a normative ideology but serves as a political and legal paradigm that integrates the values of divinity, humanity, unity, democracy, and social justice into the practice of governance. According to Yusril, Indonesian democracy cannot be equated with Western liberalism, which emphasizes individual freedom; rather, it is a constitutional democracy grounded in the moral and spiritual foundations of Pancasila. The values of Pancasila position human rights in a balanced relationship between rights and responsibilities, as well as between individual and collective interests of the nation. Thus, democracy and human rights, in Yusril’s view, are integralistic—citizens’ freedoms are directed toward realizing social j  ustice and order in national life. This article aims to examine Yusril Ihza Mahendra’s thoughts on the relationship between Pancasila, democracy, and human rights, and their relevance within the context of Indonesia’s contemporary constitutional system.