Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROMOSI KESEHATAN BERBASIS PEMBERDAYAAN KOMUNITAS UNTUK PENCEGAHAN MULTIDRUG RESISTANT TUBERCULOSIS DI WILAYAH PESISIR NAMBO KOTA KENDARI Tasnim, Tasnim; Rahmawati, Rahmawati; Radiastu, I Wayan Angga; Juliatin, Juliatin
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3129

Abstract

Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan tantangan serius dalam upaya pengendalian tuberkulosis di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir Kota Kendari. Rendahnya pengetahuan masyarakat, kepatuhan pengobatan, serta terbatasnya dukungan sosial berkontribusi terhadap meningkatnya risiko MDR-TB. Pemberdayaan komunitas melalui promosi kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan MDR-TB. Tujuan dari kegiatan PKM yaitu untuk mengetahui efektivitas promosi kesehatan berbasis pemberdayaan komunitas dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan MDR-TB di Kelurahan Nambo, Kota Kendari. Kegiatan PKM ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Intervensi dilakukan melalui pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual dan cetak, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pembentukan Kelompok Penggerak. Peserta berjumlah 23 orang kader kesehatan dan anggota PKK. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta (rata-rata pre-test = 13,45; post-test = 16,13; p = 0,000). Namun, tidak ditemukan peningkatan signifikan pada sikap (rata-rata pre-test = 25,00; post-test = 26,52; p = 0,260). Selain itu, terbentuk dua kelompok P3TB yang berperan dalam pendampingan dan pengawasan kepatuhan pengobatan pasien TB di masyarakat. Promosi kesehatan berbasis pemberdayaan komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan MDR-TB, meskipun perubahan sikap tidak signifikan. Intervensi ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir untuk mendukung program nasional pengendalian TB.
KAPITASI BERBASIS KINERJA (KBK) PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN KONAWE Husdiningsih, Ferra; Radiastu, I Wayan Angga; Tombora, Djasrin H.; Ismayanti, Ismayanti; Risky, Sartini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54286

Abstract

Kebijakan Pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) diterapkan untuk meningkatkan mutu layanan FKTP melalui penyesuaian kapitasi berdasarkan Angka Kontak (AK), Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT). Namun, capaian indikator di lapangan masih berfluktuasi dan berpotensi menurunkan persentase pembayaran kapitasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan implementasi KBK di Puskesmas Sampara Kabupaten Konawe tahun 2025 berdasarkan capaian indikator utama dan hambatan pelaksanaannya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Populasi adalah seluruh FKTP mitra BPJS Kesehatan di Kabupaten Konawe tahun 2025, dengan sampel diambil menggunakan total sampling pada FKTP yang memiliki data kinerja lengkap. Variabel meliputi AK, RRNS, dan RPPT. Data dikumpulkan dari laporan indikator KBK BPJS Kesehatan, kuesioner terstruktur kepada pengelola FKTP, serta wawancara terbatas; dianalisis secara deskriptif menggunakan Excel dan SPSS. Hasil menunjukkan rata-rata AK 4,71% (tertinggi Desember 6,71%; terendah Agustus 3,65%), RRNS tahunan 17,54% (20 rujukan dari 114 kasus), dan RPPT belum mencapai target (DM 0,91%; HT 2,12%). Total capaian KBK 95,42% dengan penyesuaian kapitasi minor, namun terjadi penyesuaian signifikan pada April dan Agustus. Implementasi KBK tergolong cukup baik, tetapi penguatan Prolanis, konsistensi layanan, dan kualitas pencatatan perlu ditingkatkan agar kapitasi optimal berkelanjutan.
From Paper to Platform: Navigating the Digital Transformation and Integration Challenges of Health Information Systems Mokke, Desya Dillachsyadina; Syamsinar, Sitti; Husdiningsih, Ferra; Radiastu, I Wayan Angga; Tombora, Djasrin H; Hernawati; Risky, Sartini
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1777

Abstract

The digital transformation of health information systems (HIS) is a critical yet persistently challenging endeavor, often failing to deliver promised value due to a narrow, techno-centric focus. This study argues that successful transformation is fundamentally a socio-technical co-optimization problem, requiring simultaneous attention to interdependent technical, organizational, and human dimensions. Through an integrative literature review and conceptual framework analysis, we identify and categorize a multidimensional landscape of barriers, including legacy system inertia, interoperability gaps, fragmented governance, workflow misalignment, clinician resistance, and cultural friction. These challenges are not isolated but are dynamically interconnected, as visualized in a network dependency model, where a flaw in one dimension exacerbates problems in another, creating cycles of failure. To navigate this complexity, we propose a actionable socio-technical framework that translates theory into practice. The framework prescribes integrated strategic enablers: leadership must champion iterative, user-centered design and inclusive governance; technical strategy must adopt open standards and modular architecture; and a foundational culture of psychological safety and continuous learning must be fostered. The findings underscore that sustainable transformation is not a technology installation project but a long-term organizational evolution, demanding a balanced portfolio of initiatives to cultivate an adaptive learning healthcare ecosystem.