Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN KAPITASI BERBASIS KINERJA PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DI KABUPATEN KONAWE UTARA TAHUN 2025 Yunita, Dewi; Syamsinar, Sitti; Putri, Eka Novia Syah; Amalia, Risqi; Fitrawati, Fitrawati; Risky, Sartini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54219

Abstract

Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) merupakan mekanisme pembayaran kapitasi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang disesuaikan dengan capaian indikator kinerja pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan KBK pada FKTP di Kabupaten Konawe Utara berdasarkan capaian Angka Kontak (AK), Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi sekaligus sampel berupa seluruh FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan pada Oktober 2025 menggunakan data sekunder dari laporan KBK BPJS Kesehatan, yang didukung oleh wawancara terbatas dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase capaian indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata capaian AK sebesar 34,79‰, masih jauh di bawah target nasional ≥150‰. RRNS tercatat sebesar 4,08%, melebihi standar ≤2%, sementara RPPT sangat rendah, yaitu 0,12%, dan tidak ada FKTP yang mencapai target ≥5%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan KBK di Kabupaten Konawe Utara belum optimal, sehingga diperlukan penguatan sistem monitoring dan pencatatan layanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi program promotif dan preventif di tingkat FKTP.
From Paper to Platform: Navigating the Digital Transformation and Integration Challenges of Health Information Systems Mokke, Desya Dillachsyadina; Syamsinar, Sitti; Husdiningsih, Ferra; Radiastu, I Wayan Angga; Tombora, Djasrin H; Hernawati; Risky, Sartini
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1777

Abstract

The digital transformation of health information systems (HIS) is a critical yet persistently challenging endeavor, often failing to deliver promised value due to a narrow, techno-centric focus. This study argues that successful transformation is fundamentally a socio-technical co-optimization problem, requiring simultaneous attention to interdependent technical, organizational, and human dimensions. Through an integrative literature review and conceptual framework analysis, we identify and categorize a multidimensional landscape of barriers, including legacy system inertia, interoperability gaps, fragmented governance, workflow misalignment, clinician resistance, and cultural friction. These challenges are not isolated but are dynamically interconnected, as visualized in a network dependency model, where a flaw in one dimension exacerbates problems in another, creating cycles of failure. To navigate this complexity, we propose a actionable socio-technical framework that translates theory into practice. The framework prescribes integrated strategic enablers: leadership must champion iterative, user-centered design and inclusive governance; technical strategy must adopt open standards and modular architecture; and a foundational culture of psychological safety and continuous learning must be fostered. The findings underscore that sustainable transformation is not a technology installation project but a long-term organizational evolution, demanding a balanced portfolio of initiatives to cultivate an adaptive learning healthcare ecosystem.