Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PROGRAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) DALAM MENURUNKAN PREVALENSI STUNTING PADA BALITA: LITERATURE REVIEW Najma Fawaz Bilqisthi; Miftahul Falah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7431

Abstract

Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), yang meliputi rentang waktu sejak terjadinya konsepsi hingga anak mencapai usia dua tahun, merupakan fase strategis yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan awal kehidupan. Salah satu strategi prioritas Pemerintah Indonesia dalam menangani masalah gizi kronis khususnya stunting. Sejumlah upaya intervensi yang meliputi aspek gizi spesifik maupun gizi sensitif, program ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif balita dapat berlangsung secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas implementasi program 1000 HPK dalam menekan tingginya kasus stunting pada balita melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan sumber data dari Google Scholar pada periode 2023-2025. Dari total 5.420 artikel yang diidentifikasi, tiga artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil tinjauan literature review menunjukkan bahwa program 1000 HPK terbukti efektif dalam pemberian intervensi, termasuk suplemen Kapsul Vitamin A sehingga berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terutama di kalangan ibu balita. Dapat disimpulkan bahwa Program 1000 HPK terbukti berperan penting sebagai strategi untuk pencegahan stunting, sekaligus meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya periode emas dalam dua tahun pertama kehidupan anak. Kata Kunci: 1000 Hari Pertama Kehidupan, Prevalensi Stunting, Balita
Efektivitas Pemberian Terapi Herbal Jus Sirsak Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Komunitas Lansia : Sistematic Literatur Review Ade Ilma Hasna; Alfi Nur Ilma Gunawan; Andiva Husyada Ripai; Azniatus Supiyah; Muhamad Nabil Alvaris; Najma Fawaz Bilqisthi; Nina Pamela Sari
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v4i3.1964

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang menghadapi risiko tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses penuaan, yang menyebabkan penurunan fungsi fisiologis tubuh. Salah satu masalah umum yang sering ditemukan adalah hiperurisemia, yang dapat menyebabkan artritis asam urat. Karena tingginya angka kejadian asam urat pada lansia, diperlukan pengobatan non-obat yang aman, mudah diakses, dan memiliki efek samping rendah. Salah satu terapi herbal yang umum digunakan adalah jus pepaya (Annona muricata L.) karena mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, vitamin C, senyawa fenolik, dan antioksidan. Zat-zat ini diyakini dapat membantu menghentikan pembentukan asam urat dan meningkatkan pengeluarannya melalui ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa efektif jus pepaya dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Penelusuran literatur dilakukan menggunakan basis data Google Scholar dan Garuda dengan kata kunci “Jus Sirsak”, “Gout”, dan “Lansia” untuk menemukan artikel yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2026. Awalnya, ditemukan 229 artikel, kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, menghasilkan pemilihan 5 artikel yang memenuhi persyaratan untuk analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua penelitian melaporkan penurunan kadar asam urat setelah pemberian jus sirsak, dan uji statistik menunjukkan hasil ini signifikan (p < 0,05). Meskipun dosis dan durasi intervensi bervariasi di setiap penelitian, hasilnya menunjukkan bahwa efektivitas jus sirsak dalam menurunkan kadar asam urat konsisten baik untuk lansia maupun penderita artritis asam urat. Oleh karena itu, jus pepaya dapat dianggap sebagai terapi komplementer yang efektif untuk membantu mengontrol kadar asam urat dan meningkatkan kualitas hidup lansia.