p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Literasiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN UKURAN PEMUSATAN DAN PENYEBARAN DATA DALAM MENGGAMBARKAN KARAKTERISTIK SUATU DATA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MANDAILING NATAL Sakhi, Zahra Salsabila; Nurhafifah, Nurhafifah; Astina, Pri; Zulpan, Zulpan
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i2.1027

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana ukuran pemusatan serta ukuran penyebaran data berperan dalam menggambarkan karakteristik suatu data secara lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menganalisis berbagai contoh data untuk melihat bagaimana nilai pemusatan dan variasi data saling melengkapi dalam memberikan informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran pemusatan mampu memberikan gambaran mengenai nilai pusat dari suatu kumpulan data, sedangkan ukuran penyebaran diperlukan untuk melihat tingkat variasi atau keragaman data tersebut. Kedua ukuran ini bersama-sama memberikan penjelasan data yang lebih  (terpercaya), (menyeluruh), dan objektif. Dengan demikian, pemahaman tentang kedua ukuran ini sangat penting dalam proses analisis data, terutama untuk menghasilkan penafsiran yang tepat dan dapat dipertanggung jawabkan.
FALSAFAH HUTA DI MANDAILING NATAL DALAM MENJAGA KESELARASAN KEARIFAN LOKAL DALIHAN NA TOLU Saidah, Nur; Sakhi, Zahra Salsabila; Muliana, Sri; Ilyas, Mhd; Lubis, Rina Angriani
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i2.1035

Abstract

Falsafah huta di Mandailing Natal merupakan konsep kearifan lokal yang mengedepankan harmoni dan keteraturan dalam kehidupan masyarakat.Huta tidak hanya merujuk pada desa secara fisik, tetapi juga pada tata nilai yang mengatur hubungan antarindividu dan kelompok dalam komunitas.Dalam falsafah ini, Dalihan Na Tolu menjadi fondasi utama yang menjaga keseimbangan sosial melalui peran mora, kahanggi, dan anak boru.Ketiga elemen ini saling menopang untuk menciptakan kerukunan, gotong royong, dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Penerapan falsafah huta yang selaras dengan prinsip Dalihan Na Tolu terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pengambilan keputusan bersama, penyelesaian konflik, serta pelaksanaan tradisi adat.Melalui sinergi antara falsafah huta dan Dalihan Na Tolu, masyarakat Mandailing Natal mampu mempertahankan identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.Oleh karena itu, falsafah ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga panduan yang relevan dalam membangun keselarasan dan keberlanjutan di tengah keberagaman Nusantara.