Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Pertanian: Menciptakan Produk Keripik Bernilai Ekonomis dari Kulit Pisang Raja Nangka di Kabupaten Jombang Pamungkas, Kevin Dyo; Raharjo, Djoko; Supandji; Tafakresnanto, Chendy
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.7088

Abstract

The utilization of agricultural waste presents a crucial challenge in the context of sustainable development, particularly in promoting effective waste management systems and environmental preservation. Raja Nangka banana peel, a common by-product discarded in high volumes by MSMEs in Jombang Regency, is known to possess significant nutritional and fiber content that can be utilized. This community engagement program aims to address this waste problem by transforming banana peels into high-value food chips. The program focused on Micro and Small Enterprise (MSMEs) groups in Jombang Regency, involving 5 main participants. The methodology employed a technology transfer approach through intensive training, direct practice demonstration, and evaluation based on observing the active participation of the MSME partners. The process included optimization of the formula (limewater soaking), efficient production, and subsequent analysis of proximate content and Hayami Value Added. The results demonstrated that the innovative chip product possessed good food quality, featuring high Carbohydrate content (71.54%) and sufficient Protein (6.30%). From an economic standpoint, the Cost of Goods Sold (COGS) proved to be very efficient (IDR3,245 per unit), yielding a total value added of IDR24,225 per kilogram and resulting in a substantial value added Ratio (96.9%). This success confirms that the intervention is feasible for replication, offering a measurable solution to minimize solid waste in the agricultural sector while simultaneously enhancing capacity, proving autonomous technology adoption, and ensuring the economic sustainability of the local community. Pemanfaatan limbah pertanian saat ini menjadi isu krusial dalam konteks pembangunan berkelanjutan terutama dalam mendorong sistem pengelolaan lingkungan yang lebih efektif. Kulit pisang Raja Nangka sebagai merupakan produk sampingan yang dihasilkan oleh industri UMKM dalam volume tinggi di Kabupaten Jombang. Kulit pisang tersebut diketahui memiliki kandungan nutrisi dan serat yang dapat diolah dan dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengatasi masalah limbah tersebut dengan mentransformasi kulit pisang menjadi keripik bernilai jual tinggi. Dengan fokus peserta adalah kelompok usaha kecil dan mikro (UMKM) di Kabupaten Jombang yang melibatkan 5 orang peserta utama. Metodologi pengabdian ini dilakukan menggunakan pendekatan transfer teknologi melalui pelatihan intensif, demonstrasi praktik langsung, dan evaluasi berbasis observasi partisipasi aktif mitra UMKM. Proses kegiatan mencakup optimasi formulasi dengan perendaman larutan kapur, produksi yang efisien, dan uji analisis proksimat serta analisis nilai tambah Hayami. Hasil pengabdian inovasi produk ini menunjukkan produk keripik memiliki mutu pangan yang baik dengan kandungan karbohidrat 71,54% dan protein 6,30%. Dari segi aspek ekonomi analisis menunjukkan HPP yang sangat efisien (Rp 3.245 per unit) dan perolehan dari analisis nilai tambah sebesar Rp 24.225 per kg, menghasilkan rasio nilai tambah yang substansial (96,9%). Kesuksesan ini menegaskan bahwa intervensi ini layak direplikasi, menawarkan solusi yang terukur untuk meminimalisasi limbah padat di sektor pertanian sambil meningkatkan kapasitas, keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal, dan membuktikan adopsi teknologi yang mandiri.
Analisis SWOT Usaha Keripik Mbothe (Talas) Lestari Di Desa Srabah, Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek Pramesti, Nila Ikhrani Karunia; Setiawan, Dicky Wahyu Robi Hadi; Pamungkas, Kevin Dyo
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7222

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in local economic growth by leveraging regional potential, such as the Lestari Mbothe (Taro) Chips MSME in Srabah Village, Trenggalek Regency, which uses local taro as its primary raw material. This study analyzed the business's internal and external conditions and formulated a development strategy using a SWOT analysis. A mixed-methods approach was applied, with a qualitative component through interviews and observations, and a quantitative component using the IFE and EFE Matrices. The analysis results indicate that strengths and opportunities outweigh weaknesses and threats, placing this MSME in Quadrant I (Strengths–Opportunities). The main strengths are the abundant availability of raw taro, its distinctive taste, and the appeal of traditional products. Opportunities are supported by the trend of consuming local food and healthy snacks. Weaknesses include limited production capacity, simple equipment, and suboptimal marketing, while threats come from competition and fluctuations in consumer purchasing power. An aggressive development strategy (SO) focuses on maximizing strengths to seize opportunities by improving product quality, packaging, marketing innovation, and expanding distribution. This is expected to increase competitiveness, support sustainable growth, and empower the rural economy. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi wilayah, seperti UMKM Keripik Mbothe (Talas) Lestari di Desa Srabah, Kabupaten Trenggalek, yang menggunakan talas lokal sebagai bahan baku utama. Penelitian ini menganalisis kondisi internal dan eksternal usaha serta merumuskan strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT. Metode campuran (mixed methods) diterapkan, dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi, serta kuantitatif menggunakan Matriks IFE dan EFE. Hasil analisis menunjukkan kekuatan dan peluang lebih dominan daripada kelemahan dan ancaman, menempatkan UMKM ini di Kuadran I (Strength–Opportunities). Kekuatan utama adalah ketersediaan bahan baku talas melimpah, cita rasa khas, dan daya tarik produk tradisional. Peluang didukung tren konsumsi pangan lokal dan camilan sehat. Kelemahan meliputi kapasitas produksi terbatas, peralatan sederhana, dan pemasaran suboptimal, sementara ancaman dari persaingan dan fluktuasi daya beli konsumen. Strategi pengembangan agresif (SO) difokuskan pada memaksimalkan kekuatan untuk menangkap peluang, melalui peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, inovasi pemasaran, dan perluasan distribusi. Ini diharapkan meningkatkan daya saing, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan memberdayakan ekonomi pedesaan
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Tahu Berbasis Analisis SWOT Kuantitatif Pradini, Avanda Okta; Prasetyo, Doni Galuh; Pamungkas, Kevin Dyo
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7224

Abstract

UD Tahu MAR is a tofu processing enterprise established in 2006 in Kediri City and currently facing increasingly intense business competition. This study aims to examine the internal and external conditions of the enterprise and to formulate appropriate development strategies. The research employed a descriptive, quantitative method using SWOT analysis, structured through the Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) matrices. The results indicate that the enterprise has relatively dominant internal strengths, particularly in product quality and raw material selection, although it still faces limitations in capital, production facilities, and distribution coverage. From an external perspective, opportunities arise from increasing consumer interest in local food products and the use of digital media, while major threats include competition from similar enterprises and fluctuations in soybean prices. The recommended development strategy emphasizes optimizing product quality as a means of gaining a competitive advantage to respond to external pressures. This study is expected to provide practical insights for the development of small and medium-scale tofu enterprises. Penelitian UD Tahu MAR merupakan usaha pengolahan tahu yang berdiri sejak tahun 2006 di Kota Kediri dan menghadapi persaingan usaha yang semakin intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi internal dan eksternal usaha serta merumuskan strategi pengembangan yang sesuai. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis SWOT yang disusun dalam Matriks Faktor Internal (IFAS) dan Matriks Faktor Eksternal (EFAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha memiliki kekuatan internal yang relatif dominan, terutama pada kualitas produk dan bahan baku, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan modal, sarana produksi, dan distribusi. Lingkungan eksternal menunjukkan adanya peluang dari meningkatnya minat konsumen terhadap produk lokal dan pemanfaatan media digital, namun disertai ancaman berupa persaingan usaha sejenis dan fluktuasi harga kedelai. Strategi pengembangan yang direkomendasikan berfokus pada optimalisasi kualitas produk sebagai keunggulan kompetitif untuk merespons tekanan lingkungan eksternal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan usaha tahu skala kecil dan menengah.