Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TEMPAT TINGGAL TERHADAP TERJADINYA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI KALANGAN BALITA DALAM KOMUNITAS: LITERATURE REVIEW Dila Ananda Herdiana; Miftahul Falah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/p1njeq24

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu isu kesehatan yang penting bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun.. Kondisi ini muncul secara tiba-tiba pada sistem pernapasan dan dapat mengganggu fungsi respirasi normal. Kasus ISPA pada balita masih sering ditemukan setiap tahun, terutama pada lingkungan permukiman yang tidak memenuhi standar kesehatan. Penelitian ini bertujuan merangkum dan menganalisis faktor-faktor di lingkungan rumah yang mempengaruhi terjadinya ISPA pada anak-anak balita berdasarkan berbagai penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif melalui sintesis naratif. Pencarian artikel dilakukan menggunakan database Google Scholar dengan rentang tahun 2020–2025. Seleksi dilakukan melalui kriteria inklusi–eksklusi hingga diperoleh lima artikel yang layak untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ventilasi yang kurang baik, tingginya kepadatan penghuni, serta paparan asap rokok yang ada di dalam rumah adalah elemen yang paling berdampak pada meningkatnya kasus ISPA pada balita. Beberapa aspek lain seperti kelembapan ruangan, jenis lantai, dan penggunaan obat nyamuk bakar juga dilaporkan mempengaruhi mutu udara di dalam rumah. Selain itu, edukasi mengenai lingkungan rumah sehat dapat membantu menurunkan risiko ISPA melalui perubahan perilaku keluarga. Secara keseluruhan, pencegahan ISPA tidak hanya memerlukan penanganan klinis, tetapi juga perlu didukung oleh perbaikan kondisi fisik rumah dan peningkatan perilaku hidup sehat melalui promosi kesehatan yang berkelanjutan.
PERAN KREATIVITAS PERAWAT DALAM OPTIMALISASI MANAJEMEN PASIEN PADA SITUASI FASILITAS MEDIA MINIM: LITERATURE REVIEW Dila Ananda Herdiana; Anna Fitri Indriani; Ida Rosidawati; Hana Ariyani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ak9m4170

Abstract

Unit Gawat Darurat (IGD) adalah lingkungan pelayanan kesehatan yang bertekanan tinggi dan seringkali menghadapi situasi kritis yang terhambat oleh keterbatasan sarana dan prasarana medis. Untuk menjamin keselamatan dan kualitas layanan, kreativitas perawat menjadi kompetensi krusial sebagai strategi untuk mengatasi kesenjangan antara tuntutan perawatan optimal dan realita keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kreativitas yang diterapkan oleh perawat IGD dalam manajemen pasien dengan keterbatasan sarana menggunakan desain Literature Review dengan pendekatan deskriptif-analitik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kreativitas perawat terbagi menjadi adaptasi kognitif dan adaptasi sistemik/organisasi untuk mengatasi kepadatan pasien. Secara sistemik, perawat gawat darurat secara kreatif mengadaptasi penggunaan sumber daya, peran kepegawaian, dan proses perawatan pasien untuk memperluas kapasitas dan mempercepat proses. Model Transprofessional Care adalah contoh nyata inovasi sistemik yang terbukti signifikan menurunkan angka rawat inap (18.0% vs 38.0%), menawarkan solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan ruang rawat inap dan overcrowding. Secara kognitif, perawat menunjukkan adaptasi dengan memodifikasi perhatian dan fokus mereka dari strategi proaktif/retrospektif menjadi lebih perhatian pada pemenuhan kebutuhan saat ini. Sebagai simpulan, kreativitas perawat merupakan komponen adaptif yang vital untuk optimalisasi manajemen pasien di tengah fasilitas minim dan kepadatan, sehingga diperlukan dukungan manajerial terstruktur, pelatihan resiliensi, dan pelembagaan inovasi sistemik seperti Transprofessional Care untuk memastikan pelayanan yang unggul dan berkelanjutan.