Unit Gawat Darurat (IGD) adalah lingkungan pelayanan kesehatan yang bertekanan tinggi dan seringkali menghadapi situasi kritis yang terhambat oleh keterbatasan sarana dan prasarana medis. Untuk menjamin keselamatan dan kualitas layanan, kreativitas perawat menjadi kompetensi krusial sebagai strategi untuk mengatasi kesenjangan antara tuntutan perawatan optimal dan realita keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kreativitas yang diterapkan oleh perawat IGD dalam manajemen pasien dengan keterbatasan sarana menggunakan desain Literature Review dengan pendekatan deskriptif-analitik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kreativitas perawat terbagi menjadi adaptasi kognitif dan adaptasi sistemik/organisasi untuk mengatasi kepadatan pasien. Secara sistemik, perawat gawat darurat secara kreatif mengadaptasi penggunaan sumber daya, peran kepegawaian, dan proses perawatan pasien untuk memperluas kapasitas dan mempercepat proses. Model Transprofessional Care adalah contoh nyata inovasi sistemik yang terbukti signifikan menurunkan angka rawat inap (18.0% vs 38.0%), menawarkan solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan ruang rawat inap dan overcrowding. Secara kognitif, perawat menunjukkan adaptasi dengan memodifikasi perhatian dan fokus mereka dari strategi proaktif/retrospektif menjadi lebih perhatian pada pemenuhan kebutuhan saat ini. Sebagai simpulan, kreativitas perawat merupakan komponen adaptif yang vital untuk optimalisasi manajemen pasien di tengah fasilitas minim dan kepadatan, sehingga diperlukan dukungan manajerial terstruktur, pelatihan resiliensi, dan pelembagaan inovasi sistemik seperti Transprofessional Care untuk memastikan pelayanan yang unggul dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025