Arianti, Ipah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Manajemen Pembiayaan Pendidikan di Madrasah Aliyah dengan Pendekatan POAC: Studi Kualitatif di MA Bina Insani Cisarua Baehaqi, Riyandi; Arianti, Ipah; Suryadi; Hayati, Fitroh
Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2, No. 2 (November 2025) Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/idarotuna.v2i2.8753

Abstract

The purpose of this study was to examine the educational financing management patterns at Madrasah Aliyah (MA) Bina Insani Cisarua using the POAC approach, which stands for planning, organizing, implementing, and controlling. To improve one's comprehension of madrasah financial management practices, this study employed a qualitative methodology with a single-case study design. Data collected through observation, documentation, and interviews were then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes presentation, drawing conclusions, and data reduction. The results showed that the POAC principle was effectively implemented at MA Bina Insani, but it was not optimal. There was no digital accounting system to support organization, financing lacked sufficient BOS and SPP funds, and control was carried out only through internal audits and monthly evaluations without a technology-based system. These findings imply the need for financial system digitization, active stakeholder engagement, and diversification of funding sources to improve transparency, accountability, and madrasah financial aspiration. This study has weaknesses because it was conducted on a single-case scale and used qualitative methods, which makes the results more difficult to generalize. Nevertheless, this research contributes to the development of Islamic education management theory based on POAC. Furthermore, it can serve as a practical reference for madrasah administrators in optimizing education financing governance in a sustainable, efficient, and effective manner.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TERPADU SEBAGAI MODEL DEEP LEARNING DI SDIT IBNU KHALDUN LEMBANG Arianti, Ipah; Surana, Dedih; Hayati, Fitroh
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 9 No. 01 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (Article On Progress)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i01.9368

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang menekankan pemikiran kritis dan pemecahan masalah. SDIT Ibnu Khaldun Lembang mengembangkan model pembelajaran TERPADU (Telaah, Eksplorasi, Rumuskan, Presentasikan, Aplikasikan, Duniawi, Ukhrawi) sebagai pendekatan deep learning yang mengintegrasikan dimensi duniawi dan ukhrawi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pembelajaran TERPADU dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SDIT Ibnu Khaldun Lembang. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, kabag diniyah, wali kelas, guru PAI dan IPAS, peserta didik, analisis dokumen SKL dan perangkat pembelajaran, serta observasi pembelajaran selama 12 pertemuan. Hasil: Penelitian menemukan bahwa manajemen pembelajaran TERPADU diimplementasikan secara sistematis melalui perencanaan yang terintegrasi dengan SKL khas SIT, pelaksanaan dengan sintak tujuh tahapan, dan evaluasi berkelanjutan melalui observasi, buku penghubung, dan home visit. Dari perilaku yang diamati, model ini efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan membentuk karakter religius melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh mata pelajaran. Kesimpulan: Model pembelajaran TERPADU merupakan inovasi pendidikan yang berhasil mengintegrasikan deep learning dengan pembentukan karakter religius, meskipun menghadapi tantangan dalam konsistensi implementasi dan keterbatasan penilaian objektif karakter.