Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Adijaya Multidisiplin

Integrasi Nilai Hukum Dan Budaya: Pemanfaatan Tembang Macapat Maskumambang Sebagai Terapi Seni Untuk Pemulihan Financial Trauma Mahasiswa Ariani, Fifi Tri; Maharani, Ferita; Naisela Putri, Jesiana; Adymas Hikal Fikri, Muhammad
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 3 No 06 (2026): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan meneliti trauma finansial pada mahasiswa, yang terbukti menjadi masalah penting dengan dampak kompleks, mencakup gangguan kognitif, reaksi emosional yang kuat, manifestasi fisik, hingga krisis identitas, sehingga memerlukan intervensi yang menyeluruh. Penelitian ini fokus pada analisis karakteristik trauma, evaluasi keefektifan model integratif, dan kebutuhan fungsi filosofis serta musikal dari Tembang Macapat Maskumambang sebagai media seni terapeutik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kerangka Modifikasi Cognitive Behavioral Art Therapy (CBAT) melalui Expressive Arts Therapy. Hasilnya menunjukkan efektivitas tinggi dari pendekatan terpadu ini. Dukungan hukum (UU No. 17/2023 & UU No. 11/2009) memberikan rasa aman dari tekanan eksternal, sementara Maskumambang berperan sebagai intervensi psikososial yang unik. Dengan demikian, model integrasi hukum dan terapi berbasis kearifan lokal ini berhasil membangun kerangka pemulihan yang holistik, manusiawi, dan lestari bagi mahasiswa.
Dekonstruksi Hegemoni Elit Dalam Shadow Campaign Retorika Pemilu Di Jawa Tengah Melalui Perspektif Gramsci Juliana Zahwa, Irma; Firda, Nayla; Amelia Putri, Salma; Adymas Hikal Fikri, Muhammad
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 3 No 06 (2026): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik shadow campaign dan retorika pemilu di Jawa Tengah melalui perspektif teori hegemoni Antonio Gramsci. Masyarakat Indonesia pasca-Orde Baru mengalami demokratisasi, tetapi dominasi elit tetap berlangsung secara terselubung melalui konsensus sosial dan narasi publik. Shadow campaign menjadi strategi politik tersembunyi yang memanfaatkan ruang kultural, sosial, dan digital untuk membentuk opini masyarakat sebelum masa kampanye resmi. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan statute approach, menganalisis UU Pemilu, Peraturan KPU, Peraturan Bawaslu, serta literatur akademik terkait. Temuan menunjukkan bahwa elite politik memanfaatkan jejaring sosial, media digital, dan simbol budaya untuk membangun legitimasi moral, mempengaruhi persepsi publik, dan memperkuat hegemoni. Celah regulatif dan lemahnya pengawasan mempermudah praktik ini, mengurangi transparansi dan keadilan dalam pemilu. Penelitian merekomendasikan rekonstruksi kebijakan elektoral melalui penguatan pengawasan digital, demokratisasi internal partai, transparansi informasi publik, serta pemberdayaan warga melalui mekanisme deliberatif seperti FGD, audiensi, dan policy brief untuk meminimalisasi dominasi elite dan meningkatkan partisipasi politik yang kritis.