Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Variasi Pencampuran Ikan Gabus (Channa Striata) Dengan Bengkuang (Pachyrizus Erosus) Terhadap Sifat Fisik, Daya Terima Dan Kadar Protein Pada Sempol Sebagai Alternatif Camilan Siswa Sekolah Dasar Tjarono Sari; Muslimah; Noor Tifauzah; Lastmi Wayansari; Tantiana Isnaningsih
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i110
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan pangan alternatif bergizi tinggi untuk mendukung program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencampuran ikan gabus (Channa striata) dengan bengkuang (Pachyrhizus erosus) terhadap sifat fisik, daya terima, dan kadar protein pada produk sempol. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu A (100%:0%), B (85%:15%), C (80%:20%), dan D (75%:25%) dengan dua kali ulangan pada setiap unit percobaan. Uji sifat fisik dilakukan menggunakan penetrometer, uji daya terima melibatkan 55 siswa Sekolah Dasar dengan metode food weighing, sedangkan uji kadar protein dilakukan di Laboratorium Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (85% ikan gabus:15% bengkuang) memberikan hasil terbaik dengan tingkat penerimaan kategori baik oleh 63,6% siswa. Kandungan gizi pada sempol ikan gabus–bengkuang per 100 gram mencapai 107,8 kkal energi dan 7,6 gram protein, sehingga konsumsi 300 gram produk ini dapat memenuhi sekitar 22,8 gram protein dan 323,4 kkal energi. Disimpulkan bahwa variasi pencampuran tidak berpengaruh terhadap sifat fisik sempol, namun kombinasi ikan gabus dan bengkuang berpotensi menjadi alternatif PMT-AS yang bergizi tinggi dan diterima anak sekolah
The effectiveness of aoksigame cards in improving knowledge, attitudes, and practices of anemia among adolescent girls Hilda Novita; Tri Siswati; Lastmi Wayansari; Waryana Waryana
Nutrition and Health Insights Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v2i2.36

Abstract

Anemia remains a public health problem among adolescent girls in Indonesia. A 2023 national survey reported that 15.5% of adolescents aged 15–24 years experience anemia. Knowledge and compliance with iron supplementation remain low, while conventional education methods are often perceived as less engaging by adolescents. This study aimed to evaluate the effectiveness of Aoksigame Card on improving adolescents’ knowledge, attitudes, and practices in preventing anemia. A quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design was conducted on 62 tenth-grade female students from two high schools in Yogyakarta, selected using simple random sampling. The intervention group received education using the Aoksigame Card, while the control group received PowerPoint slide education. Data on knowledge, attitudes, and practices were collected before and after the intervention using a validated and reliable questionnaire. Data were analyzed using SPSS with a significance level of p<0.05. The intervention group showed a significant improvement in knowledge (p=0.003), but not in attitudes (p=0.276) or practices (p=0.083). Intergroup comparison showed a significant difference in knowledge (p=0.017), but not in attitudes (p=0.956) or practices (p=0.232). Aoksigame Card is effective in increasing adolescents’ knowledge of anemia.