Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Social Entrepreneurship Mahar Agung Organizer Melalui Kolaborasi "Nikah Massal Lontong Kupang" Bersama Pemkot Surabaya Untuk Solusi Permasalahan Legalisasi Pernikahan dan Kesejahteraan di Surabaya Icha Rohmatul Jannah; Devinta Nur Arumsari
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 1 No. 3: September 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The problem of marriage legality in Surabaya is still a major challenge, especially for unregistered couples who have not been officially registered. The "Nikah Massal Lontong Kupang" program is a program from the Surabaya City Government in collaboration with Mahar Agung Organizer to provide practical and affordable solutions for legalizing marriages and improving community welfare. The main objective of this program is to help couples obtain legal status and complete population documents through a one-day integrated service. The methods used include a participatory approach, interviews with Mahar Agung Organizer staff, and multi-party collaboration involving government agencies, wedding vendors, and local communities. In 2024, Mahar Agung Organizer became the sole Wedding Organizer vendor and involved 150 professional crews who were independently funded without government funding support. The main results showed that 330 couples succeeded in obtaining legal marriages and population administration documents efficiently. This program not only increases legal and social awareness in the community, but also strengthens social structures and provides positive emotional experiences for participants. In conclusion, this collaboration-based social entrepreneurship model has proven to be effective, innovative, and sustainable as a solution to the problem of marriage legalization and improving family welfare in Surabaya. Abstrak: Permasalahan legalitas pernikahan di Surabaya masih menjadi tantangan utama, khususnya bagi pasangan nikah siri yang belum tercatat secara resmi. Program “Nikah Massal Lontong Kupang” merupakan program dari Pemerintah Kota Surabaya yang berkolaborasi dengan Mahar Agung Organizer untuk memberikan solusi praktis dan terjangkau dalam legalisasi pernikahan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan utama program ini adalah membantu pasangan memperoleh status hukum yang sah serta dokumen kependudukan lengkap melalui layanan terpadu satu hari. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, wawancara dengan staf Mahar Agung Organizer, dan kolaborasi multi-pihak dengan melibatkan instansi pemerintah, vendor pernikahan, serta komunitas lokal. Pada tahun 2024, Mahar Agung Organizer menjadi vendor Wedding Organizer tunggal dan melibatkan 150 crew profesional yang dibiayai secara mandiri tanpa dukungan dana pemerintah. Hasil utama menunjukkan sebanyak 330 pasangan berhasil memperoleh legalitas pernikahan dan dokumen administrasi kependudukan secara efisien. Program ini juga memperkuat struktur sosial dan memberikan pengalaman emosional positif bagi peserta. Kesimpulannya, model social entrepreneurship berbasis kolaborasi ini terbukti efektif, inovatif, dan berkelanjutan sebagai solusi permasalahan legalisasi pernikahan dan peningkatan kesejahteraan keluarga di Surabaya.  
SOSIALISASI ORANG TUA TENTANG BAHAYA GADGET BAGI ANAK-ANAK Trimono, Trimono; Ningtiyas, Rona Wulan; Icha Rohmatul Jannah; Aliya Dasa Pramesthi; Putra, Andrawana; Wardah Ariij Adibah; Ade Irma Agustian
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4773

Abstract

Penggunaan gawai yang berlebihan pada anak-anak kini menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi perkembangan fisik, kognitif, dan sosial mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran orang tua dan pengasuh mengenai risiko penggunaan gawai yang tidak terkontrol, sekaligus mendorong terciptanya kebiasaan digital yang lebih sehat dalam lingkungan keluarga. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui edukasi langsung, diskusi kelompok, serta pemanfaatan media interaktif seperti poster informatif dan video edukatif singkat agar materi lebih mudah dipahami oleh peserta. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan masyarakat setempat dan melibatkan orang tua, guru, serta tokoh masyarakat yang memiliki peran penting dalam pengawasan anak. Selama pelaksanaan, peserta diberikan pemahaman mengenai dampak jangka panjang penggunaan gawai berlebihan, termasuk gangguan tidur, penurunan konsentrasi, dan rendahnya interaksi sosial anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana 85% peserta menyadari bahaya paparan gawai berlebihan, sementara 90% lainnya menyatakan kesediaan untuk meningkatkan kontrol terhadap penggunaan gawai di rumah. Melalui evaluasi pra-tes dan pasca-tes, terlihat peningkatan skor pengetahuan peserta sebesar 40%. Program ini diharapkan mampu menjadi upaya preventif dalam mengurangi risiko kecanduan digital pada anak usia dini