p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Meningkatkan Pemahaman Komunikasi dengan pegawai Tunarungu Anggraeni, Icha Nur; Candrasasi, Asti
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan bahasa isyarat dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dasar pegawai Divisi SDM dan Hukum dalam berinteraksi dengan pegawai tunarungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest, di mana peserta diberikan pretest sebelum pelatihan dan posttest setelah pelatihan untuk melihat perubahan kemampuan secara langsung. Pelatihan diikuti oleh enam pegawai yang mendapatkan materi mengenai prinsip komunikasi dengan tunarungu, penggunaan alfabet jari atau finger spelling, pengenalan kosakata dasar BISINDO/SIBI, praktik gerakan tangan, serta simulasi komunikasi di situasi kerja yang sering ditemui dalam pelayanan maupun koordinasi internal. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen tes yang disusun untuk menilai aspek pengetahuan dan keterampilan dasar bahasa isyarat yang relevan dengan kebutuhan kerja sehari-hari. Data hasil pretest dan posttest dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi yang signifikan setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 63,33 pada pretest menjadi 86,67 pada posttest dengan nilai signifikansi p = 0,017. Ukuran efek menggunakan Cohen’s d sebesar 1,429 menunjukkan kategori efek besar, sehingga mengindikasikan bahwa pelatihan memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan kompetensi peserta. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan bahasa isyarat efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dasar pegawai. Pelatihan ini berpotensi mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, serta mendorong interaksi yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan pegawai tunarungu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi instansi untuk melaksanakan pelatihan lanjutan atau program serupa guna memperkuat kompetensi komunikasi pegawai di masa mendatang.
Penerapan Musik Sebagai Intervensi Psikologis Untuk Menurunkan Stres Kerja Pada Karyawan Sumber Daya Manusia Dan Hukum Salam, Najwa; Candrasasi, Asti
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i3.5212

Abstract

Tingginya tuntutan kerja yang dihadapi oleh divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum, terutama pada institusi pelayanan publik seperti rumah sakit, telah terbukti memicu stres kerja kronis. Tekanan yang bersumber dari tanggung jawab manajerial, penanganan konflik kepegawaian yang sensitif, dan kepatuhan regulasi hukum yang ketat berdampak serius pada kesejahteraan psikologis, emotional exhaustion, dan kinerja karyawan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi manajemen stres yang praktis, mudah diakses, dan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan musik sebagai intervensi psikologis non-farmakologis untuk menurunkan tingkat stres kerja pada karyawan di divisi SDM dan Hukum Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada tujuh partisipan karyawan di divisi tersebut. Stres kerja diukur melalui kuesioner yang mengukur empat dimensi: Job Stress, Role Expectation Conflict, Coworker Support, dan Work-Life Balance. Intervensi dilakukan dengan memutar musik pop instrumental bertempo sedang sebagai background di area kerja selama dua minggu penuh. Hasil analisis statistik Paired Sample T-Test menunjukkan penurunan skor stres kerja yang sangat  signifikan, dari rata-rata 80,86 (pre-test) menjadi 69,57 (post-test), dengan nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa musik terbukti efektif dalam memicu respons relaksasi, meningkatkan fokus, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menyediakan model intervensi low-cost yang valid untuk manajemen stres di lingkungan kerja yang sangat menuntut.