Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Enhanced Angular Resolution in OEST Radar Using Hybrid APES-MUSIC Algorithm RAMDANSYAH, RANDI; TAHCFULLOH, SYAHFRIZAL; RISKY, DWI; SAFARIA, NUR; PUTRA, ILHAM TIARA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 13, No 4: Published November 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v13i4.369

Abstract

Limited angular resolution in Overlapped Equal Subarray Transmit (OEST) radar poses a critical challenge in detecting closely spaced targets, especially in complex multi-target environments. This paper evaluates super-resolution MUSIC and APES methods to enhance angular resolution in OEST radar systems with 6 subarrays. Performance analysis was conducted under single and multiple target scenarios: one target at 0.5°, two targets at [0°, 0.5°], and three targets at [–0.5°, 0°, 0.5°]. Both methods achieved accurate angle detection for single and dual-target cases. However, in triple-target scenarios, APES demonstrated superior DoA and RCS estimation precision (up to 0.999) despite higher sidelobes, whereas MUSIC showed reduced RCS accuracy but lower sidelobes. The hybrid APES-MUSIC approach produced sharp spectral peaks, near-unity amplitude response, and minimized sidelobe interference, significantly improving estimation accuracy and stability for this radar in dense multi-target settings.
Makna Simbolik dalam Posambua Pesta Adat Ma’ata’a, Suku Buton, Kecamatan Sorawolio, Sulawesi Tenggara Safaria, Nur; Queena Hadi Putri, Nina
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/2svgag40

Abstract

Tradisi Posambua adalah puncak dari rangkaian Pesta Adat Ma’ata’a yang dilakukan oleh Suku Buton di Kecamatan Sorawolio, Sulawesi Tenggara. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun sejak zaman Kesultanan Buton dan bertujuan untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, serta keberkahan bagi masyarakat melalui ritual yang kaya akan nilai religius dan sosial. Penelitian ini ingin mengungkap makna simbolik di balik setiap prosesi Posambua. Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik etnografi, yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan pencatatan sistematis. Data penelitian mencakup doa dan mantra serta rangkaian acara Ma’ata’a sampai ke inti acara Posambua, yang menunjukkan makna simbolik bagi masyarakat Suku Buton. Sumber data diambil dari pelaksanaan upacara adat suku Buton di Kecamatan Sorawolio, Sulawesi Tenggara. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang bersifat interaktif, mencakup reduksi data, penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap rangkaian acara Ma’ata’a mengandung makna simbolik berupa doa atau mantra, terutama pada inti upacara Posambua. Simbol-simbol dalam prosesi Ma’ata’a, seperti Pogau-gaua, Tooa, Pisampea, Bhongkaano Bhaghata, dan Bululiano Galampa melambangkan penghormatan kepada leluhur, permohonan perlindungan, dan harmoni antara manusia, alam, serta Sang Pencipta. Tradisi ini juga berfungsi mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat nilai kebersamaan masyarakat Suku Buton. Kata Kunci: Posambua, Ma’ata’a, makna simbolik, tradisi Buton, Sorawolio.
FILOLGI DAN SASTRA MELAYU KLASIK: ANALISIS TOKOH, BAHASA, DAN NILAI MORAL DALAM HIKAYAT SI MISKIN Safaria, Nur; Nina Queena Hadi Putri
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i1.254

Abstract

ABSTRAK: Kajian ini menggali hubungan antara ilmu filologi dan sastra Melayu klasik dengan menelaah teks Hikayat Si Miskin. Penelitian berfokus pada bagaimana tokoh-tokoh digambarkan, penggunaan bahasa, serta nilai-nilai moral yang tersirat dalam cerita tersebut, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui proses transkripsi naskah, penerjemahan, dan analisis struktur wacana yang meliputi tiga tingkatan: makro, superstruktur, dan mikro. Temuan menunjukkan bahwa tokoh utama digambarkan sebagai pribadi yang penuh kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan meski menghadapi penderitaan. Tokoh pendukung berperan memperkuat pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang. Pada tingkat makro, tema utama yang muncul adalah penderitaan, ujian hidup, dan keajaiban ilahi. Superstruktur membentuk alur cerita yang bergerak maju dengan tahapan awal, konflik, dan penyelesaian. Sementara itu, struktur mikro mencakup aspek semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris yang memperkaya makna teks. Nilai-nilai moral yang terkandung antara lain kesabaran, belas kasih, kejujuran, pengampunan, dan ketundukan pada kehendak Tuhan. Pendekatan filologis yang dipadukan dengan analisis wacana membuka ruang untuk memahami teks klasik secara lebih mendalam dan menegaskan pentingnya nilai-nilai moral Melayu dalam kehidupan masa kini. KATA KUNCI: Filologi, Sastra Melayu Klasik, Hikayat Si Miskin, Nilai Moral >  PHILOLOGY AND CLASSICAL MALAY LITERATURE: A STUDY OF CHARACTERIZATION, LINGUISTIC FEATURES, AND MORAL VALUESIN HIKAYAT SI MISKIN   ABSTRACT: This study examines the relationship between philology and classical Malay literature through an analysis of the text Hikayat Si Miskin. The main focus lies on the characterization, language use, and the moral values embedded within the narrative, employing a descriptive qualitative approach. Data were collected through manuscript transcription, translation, and discourse structure analysis at the macro, superstructure, and micro levels. The findings reveal that the main character is portrayed as patient and devoutly resigned to fate despite enduring hardship, while the supporting characters serve to reinforce the story’s moral message. At the macro level, the central themes of suffering and miracles are highlighted; the superstructure presents a progressive plot moving from introduction and conflict to resolution; and the micro-level analysis encompasses semantic, syntactic, stylistic, and rhetorical aspects. The moral values identified include patience, compassion, honesty, forgiveness, and submission to divine will. The synergy between philological study and discourse analysis allows for a deeper understanding of the text and affirms the continued relevance of classical values within contemporary life. KEYWORDS: Philology, Classical Malay Literature, Hikayat Si Miskin, Moral Values