Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI KEBIJAKAN LUAR NEGERI TUVALU: UPAYA MENGHADAPI KRISIS IKLIM DAN ANCAMAN EKSISTENSIAL NEGARA: CONFRONTING THE CLIMATE CRISIS AND THE COUNTRY’S EXISTENTIAL THREAT Hajjisa, Aninda Nuraygy; Charisya, Charisya
Intermestic: Journal of International Studies Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/

Abstract

This study analyzes Tuvalu’s foreign policy as a Small Island Developing State (SIDS) facing the existential threat of the climate crisis. Using Constructivism, Small State Theory, and Climate Diplomacy, this qualitative case study examines COP26–COP29 (2021–2024) documents to explore how Tuvalu transforms its “most vulnerable state” identity into normative bargaining power. The findings show that Tuvalu leverages moral pressure, symbolic acts, identity framing, and the AOSIS network to (1) secure the 1.5°C target in the Paris Agreement, (2) advocate for the Loss and Damage Fund, and (3) push for a US$300 billion annual increase in global climate finance through the New Collective Quantified Goal. Tuvalu’s strategy illustrates how small states, despite limited resources, can shape global norms and policy outcomes. This study contributes to international relations scholarship by highlighting the role of identity, norms, and moral authority in contemporary climate diplomacy.     
Peran LSM Internasional dalam Rekonstruksi Sosial Anak Penyintas Konflik: Studi Kasus Children of Heroes dalam Konteks Konflik Rusia-Ukraina (2021-2025) Charisya; Hajjisa, Aninda Nuraygy; Firawati, Titik
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.82383

Abstract

Konflik Rusia-Ukraina (2021-2025) memberikan dampak kemanusiaan yang serius bagi anak-anak sebagai salah satu kelompok rentan dalam konflik. Merespons situasi ini, bantuan darurat dan rekonstruksi sosial menjadi langkah penting untuk mencegah implikasi berkepanjangan seperti kerusakan psikososial dan trauma antargenerasi. Tulisan ini mengkaji peran Children of Heroes sebagai LSM internasional dalam menjalankan programnya yang berorientasi pada Mental Health and Psychosocial Support (MHPSS) sebagai bagian dari rekonstruksi sosial bagi anak-anak penyintas konflik. Tulisan ini menjawab program-program MHPSS yang dijalankan oleh Children of Heroes berkontribusi terhadap pemulihan kesehatan mental anak-anak penyintas konflik di Ukraina dalam periode 2022-2025. Metode yang digunakan adalah desain studi kasus kualitatif, dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan resmi dan asesmen dampak yang diterbitkan salah satunya dari Children of Heroes dan United Nations Children’s Fund (UNICEF). Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis tematik melalui triangulasi data untuk menjamin keandalan dan validitas. Hasil penelitian kemudian menunjukkan bahwa intervensi Children of Heroes yang berorientasi MHPSS seperti konseling individu, terapi kelompok, dan kamp rehabilitasi menghasilkan penurunan tekanan psikologis, peningkatan fungsi keluarga, hubungan sosial menguat, serta keberlanjutan pendidikan. Dampak intervensi meluas dari pemulihan individu menuju rekonstruksi hubungan sosial dan ketahanan komunitas. Kesimpulan tulisan ini adalah LSM internasional dalam konteks konflik Rusia-Ukraina tahun 2021 hingga 2025 berperan penting dalam pemulihan jangka panjang. Kata Kunci: Anak-anak penyintas konflik; Bina damai; Hubungan internasional; Mental health and psychosocial support (MHPSS); Rekonstruksi sosial.