Fanny Dwi Nopianti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS INTERVENSI SELF – CARE DAN DIABETES SELF – MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN, PRILAKU, DAN HASIL KESEHATAN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS : LITERATUR REVIEW Fanny Dwi Nopianti; Nina Pamela Sari
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6484

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 Merupakan Suatu Kondisi Kronis yang menunjukkan Peningkatan Prevalensi baik di tingkat global maupun nasional , dengan tinnginya resiko komplikasi yang disebabkan oleh rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam menjalankan manajemen perawatan diri. Pendidikan manajemen diri , atau yang dikenal sebagai Diabetes Self – Management Education (DSME), telah dianggap sebagai pendekatan kunci untuk meningkatkan pengetahuan , Prilaku, serta kualitas hidup pada individu yang mengalaminya. Tujuan: Tinjauan literaur ini bertujuan untuk mengenali , menilai , dan merangkum efektivitas dari intervensi perawatan diri serta DSME , termasuk strategi pemberdayaan yang diterapkan dalam pengelolaan DM berdasarkan lima artikel ilmiah relevan. Metode: penelitian ini mengadopsi desain tinjauan literatur naratif dengan menganalisis lima artikel pengabdian masyarakat yang telah diterbitkan dari tahun 2020 sampai 2025 . Data dikumpulkan mengenai populasi (pasien DM, Keluarga, Kader), intervensi (DSMW, pendidikan perawatan diri. Pemberdayaan kader / keluarga ). Dan hasil yang diukur. Hasil: kelima artikel secara seragam menujukan bahwa intervensi DSME sangat berlangsung efektif, dengan hasil utama menunjukan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah intervensi berlangsung. Strategi intervensi bervariasi , dengan pokus pada pasien DM (melalui Pendidikan secara langsung dan kunjungan rumah), keluarga atau pendamping (melalui pembentukan kelompok pendamping KP – DSME) serta kader Kesehatan di dalam komunitas.