Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa, dimana hanya 14 siswa (41,18%) dari 34 siswa yang mencapai nilai KKM ≥75, serta proses pembelajaran yang masih konvensional dan kurang menarik minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video di kelas VIII SMP IT Nurul Quran Al-Aziziyah Mataram. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 34 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Pada kondisi awal, nilai rata-rata siswa sebesar 65,84 dengan 14 siswa (41,18%) mencapai KKM. Setelah siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 67,21 dengan 21 siswa (61,76%) mencapai KKM, atau terjadi peningkatan sebesar 20,58%. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 79,12 dengan 31 siswa (91,18%) mencapai KKM, atau meningkat 29,42% dari siklus I. Ketercapaian descriptor pembelajaran juga meningkat dari 86,4% (19 dari 22 descriptor) pada siklus I menjadi 95,45% (21 dari 22 descriptor) pada siklus II. Implikasi praktis dari temuan ini adalah bahwa guru dapat mengadopsi model PBL berbantuan video sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Bagi sekolah, hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan fasilitas media pembelajaran serta pelatihan guru dalam mengintegrasikan teknologi dan model pembelajaran aktif guna meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media video terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.