Suryana, Iham
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi program rehabilitasi jantung berbasis rumah dengan pendekatan pemberdayaan keluarga pasien post sindrom koroner akut di RSUD kabupaten Karawang Priambodo, Anton; Syamsiah, Nita; Erlena, Erlena; Suryana, Iham
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/srvfen56

Abstract

Latar Belakang: Rehabilitasi jantung meningkatkan kapasitas fungsional dan menurunkan kekambuhan, tetapi partisipasi pasien rendah karena akses terbatas. Pendekatan pemberdayaan keluarga dapat meningkatkan keterlibatan pasien. Penelitian ini bertujuan menilai pelaksanaan rehabilitasi jantung berbasis rumah dengan pendekatan pemberdayaan pada pasien post-SKA di RSUD Kabupaten Karawang.Metode: Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental pre–post test dengan kelompok intervensi dan kontrol, melibatkan 100 pasien post-SKA. Intervensi berlangsung 4 minggu meliputi latihan fisik terstruktur, edukasi kesehatan, dan pendampingan keluarga. Kapasitas fungsional diukur dengan 6MWT dan VO₂peak, sementara kualitas hidup dan self-efficacy dinilai melalui kuesioner. Analisis data menggunakan paired t-test dan ANCOVA.Hasil: menunjukkan peningkatan signifikan kapasitas fungsional dan self-efficacy pada kelompok intervensi (p<0,05). Kualitas hidup membaik, meski tidak berbeda bermakna dengan kontrol. Program rehabilitasi jantung berbasis rumah dengan pendekatan family centered empowerment model dinilai feasibel dan berpotensi menjadi alternatif strategi rehabilitasi di daerah dengan akses terbatas.Kesimpulan: Program rehabilitasi jantung berbasis rumah dengan pemberdayaan keluarga meningkatkan kapasitas fungsional dan self-efficacy pasien post sindrom koroner akut di RSUD Karawang. Meski kualitas hidup tidak berbeda signifikan, program ini tetap layak sebagai strategi rehabilitasi di daerah dengan akses terbatas.
Salutogenic Approach to Early Kidney Health Promotion: Comparing Deep Learning Facial Analysis and Questionnaire Screening in Adolescents Nurjannah, Uun; erlena, Erlena; wahyudi; Suryana, Iham
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. SI1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.ISI1.2026.50-58

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is increasingly reported in adolescents and is driven by modifiable lifestyle factors such as inadequate hydration, frequent consumption of processed foods, obesity, and poor sleep quality. Because early CKD is typically asymptomatic, routine laboratory screening is often impractical in school or community settings. Self-reported questionnaires can help estimate lifestyle-related risk but rely on subjective recall. Objective: To compare the effectiveness of a DL-based facial analysis model with self-reported questionnaire screening for early CKD risk in adolescents. Methods: A cross-sectional study was conducted among 100 adolescents aged 16–19 in Karawang, Indonesia. Participants completed validated questionnaires assessing hydration, dietary habits, and sleep quality using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Standardized facial photographs were analyzed using a convolutional neural network (CNN) trained to detect CKD-related facial markers. Agreement between methods was assessed using Cohen’s kappa, and diagnostic performance was evaluated using ROC analysis. Results: Questionnaire screening classified 88% of adolescents as low-risk, 10% moderate-risk, and 2% high-risk, while the AI model classified 95%, 4%, and 1%, respectively, demonstrating moderate agreement (κ = 0.61, p < 0.001). The AI model achieved 91.0% accuracy, 88.0% sensitivity, 92.0% specificity, and an AUC of 0.904. Overweight adolescents had higher odds of being at risk (OR = 2.35). Conclusion: Combining AI-based facial analysis with questionnaire assessment provides a rapid, scalable, and non-invasive strategy for early CKD risk screening in adolescents, particularly in resource-limited settings.