Priambodo, Anton
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Video animasi edukasi: pilihan makanan sehat remaja Karawang dalang cegah obesitas Erlena, Erlena; Priambodo, Anton; Sudiono, Sudiono; Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1221

Abstract

Latar Belakang: Obesitas di Indonesia meningkat, terutama di kalangan remaja usia 13-15 tahun dengan prevalensi 16%. Remaja cenderung memilih makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media edukasi berbasis video animasi dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya memilih makanan sehat untuk mencegah obesitas.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental. Rancangan penelitiannya menggunakan desain pretest-posttest with control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Jatisari Karawang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110, pada masing masing kelompok berjumlah 55 orang, teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan simple random sampling.Hasil: Penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil dari uji Wilcoxon dan menunjukkan p-value 0.000 < 0.05, yang berarti hipotesis diterima, sehingga ada berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan obesitas di SMPN 2 Jatisari Karawang. Selain itu, hasil uji Mann Whitney juga menunjukkan p-value 0.000 < 0.05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok sebelum dan setelah pendidikan kesehatan diberikan.Kesimpulan: video animasi telah terbukti efektif dalam mendidik dan menginspirasi individu untuk membuat pilihan makanan yang lebih sehat
Prediktor kejadian penyakit jantung koroner di ruang poli jantung Priambodo, Anton; Nurjanah, Uun; Pramudita, Yogi; Suryana, Ilham
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1461

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung koroner merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh adanya sumbatan dibagian pembuluh koroner akibat dari proses asterosklerosi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit ini, yaitu ada faktor yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi.Metode: Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan probability sampling dengan metode simpel random sampling. Jumlah responden pada penelitian ini yaitu sebanyak 100 responden. Untuk uji statistik penelitian ini menggunakan uji Chi – square dengan tingkat kemaknaan 5% (α = 0,05) Dan CI : 95%..Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan kejadian penyakit jantung koroner (p-value : 0,001, OR : 37,296, CI : 4,737 – 293,678), terdapat hubungan antara hipertensi dengan penyakit jantung koroner (p-value : 0,001, OR : 12,176, CI : 2,646 – 56,045), terdapat hubungan antara kadar trigliserida dengan kejadian penyakit jantung koroner (p-value : 0,002, OR : 4,816, CI : 1,175 – 13,519) dan terdapat hubungan antara riwayat merokok dengan kejadian penyakit jantung koroner (p-value : 0,001, OR : 11,238, CI : 3,373 – 37,444).Kesimpulan: Usia, hipertensi, kadar trigliserida dan riwayat merokok merupakan faktor yaang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner di Ruang Poli Jantung Rumah Sakit Dewi Sri Karawang tahun 2024
Analisis Restless Legs Syndrome dalam Tinjauan Pengetahuan dan Perilaku pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis dengan Terapi Hemodialisa di RSUD Karawang Putri, Nadia Risanda; Syamsiah, Nita; Kartika, Iin Ira; Priambodo, Anton
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21014

Abstract

ABSTRACT Restless Legs Syndrome (RLS) is a common sensorimotor nerve disorder in chronic kidney disease (CKD) patients with hemodialysis therapy, characterized by an uncomfortable sensation in the legs that worsens during rest and improves when moved. Lack of knowledge about RLS and its preventive behavior can worsen symptoms and reduce the patient's quality of life. This study aims to analyze the knowledge and behavior of chronic kidney disease patients with hemodialysis therapy at Karawang Hospital related to Restless Legs Syndrome. The research design used in this study was quantitative with a Cross-sectional approach. The study population was all CKD patients undergoing hemodialysis at Karawang Hospital in the period December 2024. The sampling technique used was non-probability sampling in the form of accidental sampling and a sample size of 91 respondents was obtained. The results of this study indicate that 67% (61 respondents) have inadequate knowledge about RLS and 54.9% (50 respondents) have inadequate RLS preventive behavior. Statistical test using Chi-square showed a significant relationship between knowledge and RLS prevention behavior with a p value (0.007)   (0.05). The results of the analysis also obtained an OR value of 3.810, which means that patients with poor knowledge have poor RLS prevention behavior compared to the good knowledge group. In conclusion, respondents have poor RLS knowledge and poor RLS prevention behavior. Efforts need to be made to improve respondents' RLS knowledge so that it will have a positive impact on respondents' RLS prevention behavior. Keywords: Knowledge, Behavior, Restless Legs Syndrome, Chronic Kidney Disease, Hemodialysis.  ABSTRAK Restless Legs Syndrome (RLS) adalah gangguan neurologis sensorimotor yang umum terjadi pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) dengan terapi hemodialisis, ditandai dengan sensasi tidak nyaman pada kaki yang memburuk saat istirahat dan membaik dengan gerakan. Pengetahuan yang kurang mengenai RLS dan perilaku pencegahannya dapat memperburuk gejala dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan perilaku pasien penyakit ginjal kronis dengan terapi hemodialisa di RSUD Karawang terkait Restless Legs Syndrome. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Karawang pada periode Desember 2024. Teknik sampling yang digunakan yaitu non probability sampling berupa accidental sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 91 responden. Hasil penelitian ini menunjukan 67% (61 responden) memiliki pengetahuan RLS kurang dan 54.9% (50 responden) memiliki perilaku pencegahan RLS kurang. Uji statistik menggunakan Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan RLS dengan p-value (0.007)   (0.05). Dari hasil analisis juga didapatkan nilai OR=3.810 artinya pasien dengan pengetahuan yang kurang memiliki perilaku pencegahan RLS yang buruk dibandingkan dengan kelompok pengetahuan baik. Kesimpulannya responden memiliki tingkat pengetahuan RLS kurang dan perilaku pencegahan RLS kurang. Diperlukan upaya dalam meningkatkan pengetahuan RLS responden sehingga akan berdampak positif pada perilaku pencegahan RLS responden. Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Restless Legs Syndrome, Penyakit Ginjal Kronis, Hemodialisa.
Implementasi program rehabilitasi jantung berbasis rumah dengan pendekatan pemberdayaan keluarga pasien post sindrom koroner akut di RSUD kabupaten Karawang Priambodo, Anton; Syamsiah, Nita; Erlena, Erlena; Suryana, Iham
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/srvfen56

Abstract

Latar Belakang: Rehabilitasi jantung meningkatkan kapasitas fungsional dan menurunkan kekambuhan, tetapi partisipasi pasien rendah karena akses terbatas. Pendekatan pemberdayaan keluarga dapat meningkatkan keterlibatan pasien. Penelitian ini bertujuan menilai pelaksanaan rehabilitasi jantung berbasis rumah dengan pendekatan pemberdayaan pada pasien post-SKA di RSUD Kabupaten Karawang.Metode: Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental pre–post test dengan kelompok intervensi dan kontrol, melibatkan 100 pasien post-SKA. Intervensi berlangsung 4 minggu meliputi latihan fisik terstruktur, edukasi kesehatan, dan pendampingan keluarga. Kapasitas fungsional diukur dengan 6MWT dan VO₂peak, sementara kualitas hidup dan self-efficacy dinilai melalui kuesioner. Analisis data menggunakan paired t-test dan ANCOVA.Hasil: menunjukkan peningkatan signifikan kapasitas fungsional dan self-efficacy pada kelompok intervensi (p<0,05). Kualitas hidup membaik, meski tidak berbeda bermakna dengan kontrol. Program rehabilitasi jantung berbasis rumah dengan pendekatan family centered empowerment model dinilai feasibel dan berpotensi menjadi alternatif strategi rehabilitasi di daerah dengan akses terbatas.Kesimpulan: Program rehabilitasi jantung berbasis rumah dengan pemberdayaan keluarga meningkatkan kapasitas fungsional dan self-efficacy pasien post sindrom koroner akut di RSUD Karawang. Meski kualitas hidup tidak berbeda signifikan, program ini tetap layak sebagai strategi rehabilitasi di daerah dengan akses terbatas.
Hubungan efikasi diri dan kepatuhan cairan dengan interdialytic weight gain pada pasien chronic kidney disease Indriyani, Fitri Dwi; Syamsiah, Nita; Kartika, Iin Ira; Priambodo, Anton
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/dbqjh358

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan cairan yang baik untuk mencegah peningkatan Interdialytic Weight Gain (IDWG). Efikasi diri dan kepatuhan cairan diduga berpengaruh terhadap keberhasilan pengendalian IDWG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan kepatuhan cairan dengan interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien hemodialisis di RSUD karawang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif non eksperimental, dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah populasi 117 dan sampel yang digunakan sebanyak 54 orang, uji statistic yang digunakan Chi Square.Hasil: Analisis uji Chi Square antara efikasi diri dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) diperoleh nilai p-value 0,036 < 0,05, Nilai OR = 4,500, Nilai CI (1,244 – 16,283) dan Kepatuhan cairan dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) p-value 1,000 > 0,05, Nilai OR = 1,123, Nilai CI (0,374 – 3,375).Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan cairan dengan Interdialytic Weight Gain  (IDWG) pada pasien hemodialisis di ruang hemodialisa RSUD Karawang