Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Humanitarian Crisis In The Israel Palestine Conflict During The 2025 Escalation Munajar, Adhi; Eriza, Echa
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 4 (2025): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17778954

Abstract

This study aims to identify the main factors contributing to the escalation of the conflict in 2025, examine its impact on the humanitarian conditions of civilians, and assess the extent to which the international community’s response has been able to address the crisis. Additionally, this research seeks to provide an overview of changes in patterns of violence, forms of resistance, and indicators of human rights violations that emerged throughout 2025. Thus, this study is expected to contribute academically to the understanding of contemporary conflicts and to the formulation of humanitarian-based recommendations.The method used is qualitative with a library research approach, analyzing literature from international organizational reports, journal articles, recent news coverage, human rights documents, and academic studies related to the Palestine Israel conflict. The data were analyzed descriptively and interpretatively to capture the conflict dynamics, global actors’ responses, and ongoing humanitarian conditions. This approach allows researchers to view the broader context without relying on field observations, which are difficult to conduct in active conflict zones. The results show that 2025 is marked by increased military attacks, limited access to humanitarian aid, and a growing number of internally displaced persons. Human rights violations have worsened, particularly among vulnerable groups such as children and women. The international community still faces major challenges in providing meaningful intervention due to differing geopolitical interests. In conclusion, the Palestine Israel conflict in 2025 demonstrates the urgent need for humanitarian-based approaches to conflict resolution and a stronger role from international institutions to protect civilians and ensure fair humanitarian access.
Systematic Literature Review: Dinamika Penggunaan Lahan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi di Wilayah Pegunungan Almegi, Almegi; Munajar, Adhi; Rahmah, Rahmah
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.38183

Abstract

Pegunungan adalah ekosistem yang paling rapuh di dunia dengan topografi yang curam, tanah yang tipis dan iklim yang ekstrem, sehingga dampak perubahan penggunaan lahan pada ekosistem ini lebih parah dibanding perubahan pada ekosistem lainnya. Perubahan penggunaan lahan di pegunungan lebih banyak disebabkan oleh aktivitas antropogenik yang merusak akibat intensifikasi penggunaan lahan tidak berkelanjutan dan eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan. Tulisan ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman mengenai dinamika penggunaan lahan di wilayah pegunungan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Systematic Literature Review (SLR) dari jurnal bereputasi yaitu sciencedirect.com. Review dipandu oleh model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis). Hasil SLR menunjukkan tren publikasi fokus pada degradasi lahan dan atau restorasi ekosistem, dan pengabaian lahan pertanian. Seluruh artikel menggunakan data-data berorientasi geografis, sehingga teknologi Penginderaan Jauh dan atau Sistem Informasi Geografi (SIG) digunakan dalam tahapan pengumpulan, pengolahan dan analisis data. Metode kuantitatif digunakan pada sebagian besar artikel dan metode campuran (mix method) ditemukan dalam artikel dengan jumlah terbatas. Faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika penggunaan lahan yang umum digunakan adalah kondisi geografi, akses lahan dan kondisi sosial-ekonomi. Faktor lain yang digunakan secara terbatas adalah kependudukan, kebijakan dan kondisi sosial-politik. Penelitian ke depan dapat diarahkan pada bahasan pemetaan atau identifikasi pengabaian lahan pertanian dan analisis faktor-faktor penyebabnya dengan pengembangan pada strategi pencegahan bertambahnya pengabaian lahan pertanian di masa mendatang. Penelitian ini juga terbatas dilakukan pada pegunungan di wilayah subtropis, terutama Cina sehingga belum ada perbandingan pengabaian lahan pertanian dengan wilayah pegunungan tropis.