Provinsi Lampung memiliki angka kejadian stunting sebesar 14,9% pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 15,9% tahun 2024 angka ini belum memenuhi target yang ingin di capai tahun 2025 sebesar 13,2% hal ini menunjukkan bahwa stunting di Provinsi Lampung masih harus diperhatikan secara serius. Upaya preventif perlu dilakukan sejak kehamilan misalnya pemberian edukasi untuk mengenali dan mencegah terjadinya stunting pada anak yang akan dilahirkannya. Edukasi kesehatan dapat dilakukan melalui aplikasi yang dikembangkan peneliti dan dapat di akses ibu hamil melalui gawai yang di milikinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Metode : Jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre and post test one group design Penelitian dilakukan tahun 2024 dengan jumlah sampel 30 orang sebagai kelompok kasus dan 30 orang kelompok kontrol, pengambilan sampel secara accidental sampling bagi responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu dengan kehamilan normal, berdomisili diwilayah puskesmas Bernung Analisa univariat dan bivariat menggunakan “uji T sampel Independen” untuk menguji perbedaan pengetahuan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Hasil : Rerata peningkatan pengetahuan pada kelompok kasus sebesar 12,17 poin sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 3,83 poin dengan p-value 0.000 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Siger Emas lebih efektif digunakan sebagai media pada promosi kesehatan tentang Stunting yang dilakukan pada ibu hamil. Rekomendasi: promosi kesehatan sebaiknya menggunakan media yang lebih variatif dan dekat dengan kehidupan responden misalnya dengan memanfaatkan perangkat gawai yang saat ini sangat familiar dikalangan masyarakat luas.