Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontribusi Mikrofinance terhadap Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada Sektor UMKM di Kota Binjai Fitri, Muhd. Aidil; Lubis, Adrian Niken; Noviyana, Nurul; Hayati, Fitri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3882

Abstract

Lembaga keuangan mikro atau (microfinance), berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Binjai. Penelitian ini terletak pada fakta bahwa pelaku UMKM masih memiliki akses terbatas pada pembiayaan formal dan bahwa banyak orang tidak tahu tentang keuangan, yang berdampak pada rendahnya kemandirian ekonomi lokal, microfinance Kota Binjai masih mengalami kendala seperti kapasitas kelembagaan yang terbatas, kurangnya digitalisasi layanan, dan kurangnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Peran microfinance dan dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan adalah subjek penelitian ini, yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa microfinance memainkan peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan, meningkatkan akses permodalan, dan memberikan pendampingan usaha kepada usaha mikro dan kecil serta. Selain itu, microfinance juga berperan dalam mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan UMKM yang lebih mandiri dan berdaya saing. Peran tersebut secara langsung mendukung pencapaian SDG 1, SDG 8, SDG 10, dan SDG 17 melalui pengurangan kemiskinan, peningkatan produktivitas, pemerataan kesempatan ekonomi, dan penguatan kemitraan. Studi ini menemukan bahwa untuk membangun ekosistem microfinance yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, tata kelola harus diperkuat, inovasi digital harus dipromosikan, dan kebijakan pemerintah daerah. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan ekonomi lokal terus berkembang, sehingga dibutuhkan lembaga keuangan mikro yang mampu bertransformasi mengikuti kebutuhan UMKM  
Strategi De-Risking Pemasaran Global: Bagaimana Brand Internasional Mengelola Citra Di Tengah Polarisasi Politik Dunia Fitri, Muhd. Aidil; Zahwani, Syfa Tasya; Febrianti, Titania; Fadlan, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6080

Abstract

Polarisasi politik global dan eskalasi isu geopolitik telah meningkatkan risiko reputasi yang dihadapi brand internasional, sehingga strategi pemasaran global tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menuntut pendekatan de-risking yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan ilmiah terkait bagaimana brand internasional mengelola citra di tengah polarisasi politik dunia serta merumuskan kerangka konseptual strategi de-risking pemasaran global. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel ilmiah nasional dan internasional melalui Google Scholar, Garuda/SINTA, serta basis data internasional pada periode 2015–2026. Artikel yang terpilih dianalisis menggunakan content analysis dan thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola strategi, mekanisme evaluasi publik, dan dampaknya terhadap citra merek. Hasil kajian menunjukkan tiga strategi utama yang digunakan brand internasional, yaitu brand activism/corporate political advocacy, socio-political silence (diam atau netral), serta akomodasi atau klarifikasi. Efektivitas masing-masing strategi sangat dipengaruhi oleh persepsi autentisitas, kesesuaian isu dengan identitas merek (brand–issue fit), keselarasan sikap konsumen dan perusahaan (stance congruence), serta reputasi awal brand. Ketidaksesuaian antara klaim dan tindakan berpotensi memicu backlash berupa boycott, switching, dan penurunan kepercayaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya de-risking sebagai pendekatan terstruktur yang mengintegrasikan pemetaan isu, kesiapan internal, dan pengelolaan respons konsumen lintas pasar dalam menghadapi lingkungan pemasaran global yang semakin terpolarisasi dan tidak pasti.