Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kekuasaan dan Kepentingan Politik Dalam Pengelolaan APBN Di Indonesia Saragi, Jonathan Brando; Tampubolon, Maya Sentia Anjelika; Sembiring, Cornelia Aginta Br; Sianturi, Yanti Masryana; Manurung, Melisa Patrisia; Sinulingga, Sam Deva Nasra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4147

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika kekuasaan dan kepentingan politik dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia selama periode 2019–2021, ketika pandemi Covid-19 menekan stabilitas ekonomi nasional dan memaksa pemerintah melakukan berbagai penyesuaian fiskal secara cepat. Dengan menggunakan pendekatan ekonomi politik dan metode studi literatur, penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan refocusing, realokasi anggaran, serta perluasan diskresi eksekutif berperan penting dalam menjaga ketahanan ekonomi dan mendorong keberlanjutan program pemulihan. Namun, perluasan kewenangan ini secara bersamaan membuka ruang bagi distorsi politik, melemahnya mekanisme check and balance, serta meningkatnya risiko penyalahgunaan anggaran dalam berbagai sektor strategis. Fenomena political budget cycle, hubungan patronase antara aktor politik dan kelompok usaha, serta dominasi eksekutif dalam proses penyusunan APBN menjadi faktor penentu yang memengaruhi arah kebijakan fiskal pada periode tersebut. Sektor-sektor seperti bantuan sosial, pengadaan barang/jasa, dan proyek infrastruktur menunjukkan kerentanan tinggi, sebagaimana terlihat dari beberapa kasus korupsi yang muncul selama pandemi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen teknokratis untuk menstabilkan perekonomian, tetapi juga sebagai arena politik yang merefleksikan distribusi kekuasaan, negosiasi kepentingan, dan dinamika institusional. Oleh karena itu, penguatan tata kelola fiskal melalui transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang lebih inklusif menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan anggaran tetap berpihak pada kepentingan publik, terutama dalam situasi krisis yang memberikan ruang diskresi lebih besar kepada pemerintah.
Pengaruh Sikap Mandiri, Motivasi, Pengetahuan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha (Study Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan) Tampubolon, Maya Sentia Anjelika; Sembiring, Cornelia Aginta Br; Nasution, Armin Rahmansyah; Manurung, Melisa Patrisia; Sembiring, Nathania Christy; Sianturi, Yanti Masryana; Saragih, Ian Josephan; Luhutan, Daniel Sanggam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap mandiri, motivasi, dan pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kepada 50 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan dari masing-masing variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap mandiri berpengaruh signifikan tetapi memiliki arah negatif terhadap minat berwirausaha. Kondisi ini menandakan bahwa mahasiswa dengan tingkat kemandirian tinggi tidak selalu memilih jalur kewirausahaan, karena sebagian lebih tertarik pada pekerjaan profesional yang dianggap memberikan kestabilan dan kepastian karier. Selain itu, motivasi terbukti sebagai variabel yang paling dominan dengan pengaruh positif dan signifikan, yang mengindikasikan bahwa dorongan internal seperti keinginan mencapai prestasi, kemandirian finansial, serta kesiapan menghadapi tantangan merupakan faktor penting dalam meningkatkan minat memulai usaha. Pengetahuan kewirausahaan juga berpengaruh positif dan signifikan, yang berarti pemahaman mengenai konsep bisnis, strategi usaha, serta kemampuan mengelola risiko mampu meningkatkan keyakinan mahasiswa untuk berwirausaha. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan pengaruh signifikan dan mampu menjelaskan sebagian besar variasi minat berwirausaha mahasiswa. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa minat berwirausaha terbentuk melalui perpaduan sikap, motivasi, dan pengetahuan yang memadai, sehingga diperlukan penguatan kurikulum dan program pendukung kewirausahaan di lingkungan kampus Universitas Negeri Medan.