Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Good Corporate Governance pada Koperasi Sumber Agung Kebumen Wiratno, Adi; Lailiyah, Makhrurotul; Muharom, Eko Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4200

Abstract

Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik adalah pedoman yang efektif digunakan oleh koperasi untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan pedoman bagi pengelola koperasi dengan mengelola manajemennya yang baik dengan memperhatikan kepentingan stakeholders. Penerapan good GCG pada koperasi dapat meningkatkan kinerja serta nilai koperasi  dengan memperhatikan prinsip-prinsip good corporate governance antara lain transparancy (keterbukaan), accountability (akuntabilitas), responsibility (responsibilitas), independency (kemandirian), dan fairness (kewajaran dan kesetaraan), dibutuhkan untuk tercapai kesinambungan usaha perusahaan. Penelitian dilakukan di Koperasi Sumber Agung Kebumen, dengan metode penelitian kualitatif. Fenomena masalahnya adalah menurunnya jumlah anggota koperasi akibat banyak anggota yang memilih untuk keluar dari keanggotaan koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip GCG belum berjalan secara optimal. Aspek transparansi belum terpenuhi, responsibilitas belum memenuhi harapan anggota. Prinsip independensi terhambat oleh dominasi anggota ASN lama dan tidak adanya regenerasi anggota baru.. Faktor pendukung implementasi GCG meliputi kekuatan aset koperasi dan adanya upaya diversifikasi usaha, sementara faktor penghambat mencakup penurunan jumlah anggota, lemahnya partisipasi, kredit bermasalah, dan ketidakmampuan koperasi beradaptasi dengan kebutuhan generasi muda. Secara keseluruhan, lemahnya implementasi GCG berdampak pada menurunnya kinerja operasional, melemahnya loyalitas anggota, dan terancamnya keberlanjutan koperasi. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola, inovasi layanan, dan strategi regenerasi anggota sebagai langkah utama revitalisasi koperasi.
Literasi Keuangan Melalui Perhitungan Harga Pokok Produksi Tepat Pada UMKM ASPIKMAS Banyumas : Enhancing Financial Literacy Through Accurate Cost Of Production Calculation In UMKM ASPIKMAS Banyumas Alfiansyah, Muhammad Raihan; Irianto, Bambang Setyobudi; Widyawati, Yuni; Lailiyah, Makhrurotul; Santi, Hani Rafika; Kurniawati, Triana Rizki; Nurdiana, Nita
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): VOL. 10 NOMOR 1 MARET 2026 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v10i1.30174

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah maupun nasional. Namun banyak UMKM di Indonesia masih menghadapi kelemahan mendasar dalam aspek pengelolaan keuangan dan akuntansi. Sebagian besar pelaku UMKM menghadapi permasalahan dalam menghitung harga pokok produksi dengan tepat, yang merupakan fondasi keuangan UMKM yang sehat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menghitung harga pokok produksi yang tepat melalui pendampingan pada pelaku UMKM yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Banyumas (ASPIKMAS). Kegiatan PKM ini dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang menggabungkan ceramah, diskusi tanya jawab, serta simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan penetapan harga jual menggunakan template Microsoft Excel. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang mengukur pemahaman konsep HPP, klasifikasi biaya produksi, dan penetapan harga jual. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 66,3% menjadi 98,1%, dan sebanyak 93,3% peserta mencapai skor sempurna pada post-test. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas peserta sebelumnya mengabaikan biaya overhead dan belum memisahkan keuangan pribadi dengan usaha. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting bagi penguatan literasi keuangan UMKM dan diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas serta keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.