Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI KONSELING PANCAWASKITA TERHADAP PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN DAN KEHIDUPAN EFEKTIF SISWA SMP SEKOLAH INDONESIA JEDDAH Saputra, Reri; Isdwiyanti, Dian; Habsy, Bakhrudin All
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.7359

Abstract

This study aims to examine the relevance of Pancawaskita Counseling (KOPASTA) to the development of independence and effective daily living (KES) among junior high school students at the Indonesian School in Jeddah (SIJ). This approach is considered essential in the multicultural and religious context of education abroad, where Indonesian students face challenges of social adaptation, differences in cultural values, and the need for contextual counseling. The research method used is a library study (literature review) of ten scientific articles published between 2015 and 2025. The analysis shows that KOPASTA, as an eclectic and integrative counseling theory grounded in the values of Pancasila, Lirahid, Pancadaya, Masidu, and Likuladu, provides a conceptual foundation for developing the independence of Indonesian diaspora students. The approach emphasizes the balance between Internal Meaning (Arti Dari Dalam/ADD) and External Meaning (Arti Dari Luar/ADL) in forming a new gatra, which represents a wise, autonomous, and effective individual. Applying KOPASTA’s values in the Indonesian School in Jeddah can strengthen students’ moral, emotional, and spiritual resilience while fostering their national identity within a global environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi Konseling Pancawaskita (KOPASTA) terhadap pengembangan kemandirian dan kehidupan efektif sehari-hari (KES) pada siswa SMP Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Pendekatan ini dipandang penting dalam konteks pendidikan multikultural dan religius di luar negeri, di mana siswa Indonesia menghadapi tantangan adaptasi sosial, perbedaan nilai budaya, dan kebutuhan bimbingan yang kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) terhadap sepuluh artikel ilmiah yang terbit dalam kurun waktu 2015–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa KOPASTA sebagai teori konseling eklektik-integratif berlandaskan nilai-nilai Pancasila, Lirahid, Pancadaya, Masidu, dan Likuladu, mampu menjadi dasar konseptual untuk membangun kemandirian siswa diaspora. Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara Arti Dari Dalam (ADD) dan Arti Dari Luar (ADL) dalam membentuk gatra baru, yaitu pribadi yang waskita, mandiri, dan berkehidupan efektif. Penerapan nilai-nilai KOPASTA di lingkungan Sekolah Indonesia Jeddah dapat memperkuat ketahanan moral, emosional, dan spiritual siswa sekaligus menumbuhkan identitas kebangsaan di tengah lingkungan global.
MAKNA TRADISI RUWAH DESA BAGI PENGEMBANGAN KONSELING MULTIBUDAYA Isdwiyanti, Dian; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9350

Abstract

The Ruwah Desa tradition represents a form of local wisdom within Javanese society that embodies social, spiritual, and psychological values and continues to be preserved in rural communities, including Rangkah Kidul Village, Sidoarjo Regency. This study aims to examine the meaning of the Ruwah Desa tradition and its relevance to the development of multicultural counseling grounded in local wisdom. A qualitative approach with a case study design was employed. Participants were selected purposively and included traditional leaders, religious figures, village officials, and community members actively involved in the implementation of the tradition. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis, and analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Ruwah Desa tradition embodies values of communal spirituality, mutual cooperation, social solidarity, intergenerational value transmission, and environmental awareness, which contribute to strengthening social cohesion and collective emotional regulation within the community. These values are strongly aligned with the principles of multicultural counseling, particularly in promoting contextual, inclusive, and community-based counseling services. This study contributes to the enrichment of multicultural counseling discourse by integrating local cultural practices as psychosocial resources in counseling and guidance services. ABSTRAK Tradisi Ruwah Desa merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa yang mengandung nilai-nilai sosial, spiritual, dan psikologis yang masih terpelihara dalam kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Rangkah Kidul, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna tradisi Ruwah Desa serta relevansinya bagi pengembangan konseling multibudaya berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, melibatkan tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwah Desa mengandung nilai spiritualitas komunal, gotong royong, solidaritas sosial, pewarisan nilai lintas generasi, serta kepedulian terhadap lingkungan yang berperan dalam memperkuat kohesi sosial dan regulasi emosi kolektif masyarakat. Nilai-nilai tersebut memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip konseling multibudaya, khususnya dalam menghadirkan layanan konseling yang kontekstual, inklusif, dan berbasis komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian konseling multibudaya melalui integrasi praktik budaya lokal sebagai sumber daya psikososial dalam layanan bimbingan dan konseling.