p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Empiricism Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Birokratisasi Islam di Indonesia, Brunei, dan Malaysia: Systematic Literature Review (SLR) Ulul Azmi; Fikri, Muhammad; Khaliq, Munawir; Yusuf, Muhammad Affandi
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7nrbz568

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan kajian akademik mengenai birokratisasi Islam di Indonesia, Malaysia, dan Brunei melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan analisis bibliometrik. Meskipun ketiga negara berada dalam konteks sosial dan tradisi keislaman yang serupa, literatur menunjukkan bahwa birokratisasi Islam berkembang melalui model yang berbeda: pluralistik–kompetitif (Indonesia), legal–birokratik terpusat (Malaysia), dan monarki–sentralistik (Brunei). Dengan menggunakan kerangka PRISMA, penelitian ini menyeleksi 20 artikel terindeks Scopus yang relevan hingga November 2025 dan menganalisisnya melalui analaisi basis data scopus dan  perangkat VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, jaringan kolaborasi, kata kunci dominan, serta struktur intelektual penelitian. Hasil temuan literatur birokratisasi Islam di Indonesia, Malaysia, dan Brunei menunjukkan bahwa hubungan antara negara dan agama di Asia Tenggara berkembang melalui tiga model berbeda: pluralistik-kompetitif di Indonesia, legal-birokratik terpusat di Malaysia, dan monarki-sentralistik di Brunei. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui pemetaan konseptual yang komprehensif, identifikasi research gap, serta rekomendasi arah riset masa depan, termasuk pentingnya kajian tentang digitalisasi layanan keagamaan, dampak terhadap minoritas, serta hubungan antara birokrasi agama dan masyarakat sipil. The Bureaucratization of Islam in Indonesia, Malaysia, and Brunei: A Systematic Literature Review (SLR) Abstract This study analyzes the development of academic research on the bureaucratization of Islam in Indonesia, Malaysia, and Brunei using a Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis. Although the three countries share similar socio-religious contexts and Islamic traditions, the literature shows that the bureaucratization of Islam has evolved into distinct models: pluralistic–competitive in Indonesia, centralized legal–bureaucratic in Malaysia, and monarchical–centralistic in Brunei. Using the PRISMA framework, this study selected 20 relevant Scopus-indexed articles published up to November 2025 and examined them through Scopus-based analysis and VOSviewer to map publication trends, collaboration networks, dominant keywords, and the intellectual structure of the field. The findings demonstrate that state–religion relations in Southeast Asia develop across three different bureaucratic models: a pluralistic–competitive regime in Indonesia, a centralized legal–bureaucratic regime in Malaysia, and a monarchical–centralistic regime in Brunei. This study contributes to the literature by providing a comprehensive conceptual mapping, identifying key research gaps, and proposing future research directions, including the need to explore digitalization of religious services, impacts on minority communities, and the evolving relationship between religious bureaucracy and civil society.  
Perkawinan Beda Agama di Indonesia: Kajian, Isu dan Perkembangan Interfaith Marriage in Indonesia: Themes, Issues, and Research TrendsPenelitian Saparwadi; Muhasim, Ahmad; Khaliq, MunawiR
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fmqmp568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kajian, isu utama, perkembangan penelitian mengenai perkawinan beda agama di Indonesia. Penelitian dilakukan gunan menjawab pertanyaan penelitian, 1. Bagaimana peta kajian dan tren penelitian mengenai pernikahan beda agama di Indonesi  dalam  literatur akademik 2. Apa isu dan diskursus tentang ‘pernikahan beda agama di Indonesia’, serta apa implikasi teoritis dan praktis dari temuan tersebut. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis 55 artikel terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif berbasis tematik dan didukung pemetaan bibliometrik menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi kata kunci dominan, kolaborasi penulis, serta konsentrasi tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian perkawinan beda agama terbagi ke dalam lima kelompok besar, yaitu: (1) regulasi hukum dan kebijakan negara, (2) fatwa, fikih, dan otoritas keagamaan, (3) hak asasi manusia dan konstitusionalisme, (4) praktik administratif dan putusan pengadilan, serta (5) perspektif sosio-antropologis dan psikologis. Temuan-temuan tersebut menegaskan bahwa perdebatan mengenai perkawinan beda agama tidak hanya berfokus pada legalitas, tetapi juga pada dinamika keluarga, identitas anak, interaksi sosial, dan ketegangan antara otoritas agama serta negara dalam menentukan keabsahan perkawinan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kajian akademik tentang perkawinan beda agama di Indonesia bersifat multidisipliner dan terus berkembang, namun masih memerlukan pemetaan empiris yang lebih kuat, integrasi pendekatan interdisipliner, dan pengembangan analisis yang lebih kontekstual untuk menjawab kompleksitas sosial dan hukum yang muncul. Penelitian ini membuka peluang riset masa depan, dengan pendekatan multidisipliner yang lebih komprehensif.   Abstract This study aims to map the scholarship, key issues, and research developments on interfaith marriage in Indonesia. It is conducted to answer two research questions: (1) How are the research landscape and trends on interfaith marriage in Indonesia represented in academic literature? and (2) What issues and discourses shape the study of interfaith marriage in Indonesia, and what are the theoretical and practical implications of these findings? Using a Systematic Literature Review (SLR) method, this study analyzes 55 Scopus-indexed articles published between 2020 and 2025. The data were examined through a qualitative thematic approach and supported by bibliometric mapping using VOSviewer to identify dominant keywords, author collaborations, and thematic concentrations. The findings reveal five major clusters of research: (1) legal regulations and state policies, (2) fatwas, Islamic jurisprudence, and religious authorities, (3) human rights and constitutionalism, (4) administrative practices and judicial decisions, and (5) socio-anthropological and psychological perspectives. These results demonstrate that debates on interfaith marriage extend beyond legal validity to include family dynamics, child identity formation, social interaction, and tensions between religious authority and the state in determining marital legitimacy. The study concludes that academic research on interfaith marriage in Indonesia is multidisciplinary and continues to expand, yet still requires stronger empirical mapping, deeper interdisciplinary integration, and more contextualized analysis to address emerging social and legal complexities. This research also highlights opportunities for future studies through more comprehensive multidisciplinary approache