Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Remaja yang Terindikasi Adiksi Pornografi Zendrato, Chris Desman King Noel; Charolina S, Wanty
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8786

Abstract

Perkembangan energi terbarukan khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi fokus utama dalam transisi energi Indonesia. Namun, pertumbuhan kapasitas terpasang PLTS yang fluktuatif memerlukan analisis proyeksi yang akurat untuk mendukung perencanaan kebijakan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah baseline proyeksi yang valid secara statistik untuk pertumbuhan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia, berdasarkan data historis periode 2014-2024. Untuk mencapai tujuan tersebut, diterapkan sebuah studi perbandingan model deret waktu. Tiga kandidat pemodelan Double Exponential Smoothing (DES), ETS, dan ARIMA diseleksi. Hasil dari proses seleksi model yang didasarkan pada algoritma optimisasi dan validasi out-of-sample, mengidentifikasi Metode DES sebagai representasi yang paling akurat dan robust, dengan nilai MAPE sebesar 14,95% pada data uji. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode DES dengan parameter alpha 0.3808 dan beta 1 terbukti paling optimal dalam memproyeksikan pertumbuhan kapasitas PLTS, menunjukkan tren pertumbuhan linier yang stabil dengan tingkat akurasi yang tinggi. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah kuantifikasi terhadap karakteristik tren pertumbuhan tersebut dan implikasinya terhadap reliabilitas peramalan jangka menengah.
Pengaruh Penggunaan Smartphone dan Paparan Pornografi Terhadap Adiksi Pornografi pada Mahasiswa-Mahasiswi Program Studi Pendidikan Kedokteran Angkatan 2022 Universitas Prima Indonesia Charolina S, Wanty; Noel Zendrato, Chris Desman King; Avia, Vincent Adhipramana; Nasution, Masdalena; Edison, Rizki Edmi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8796

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi dan kemudahan akses yang ditawarkan ponsel, masalah pornografi pun semakin meluas. Sebagai generasi produktif dengan tingkat penggunaan ponsel pintar yang tinggi, mahasiswa sangat rentan terhadap dampak buruk paparan dan kecanduan pornografi terhadap kesehatan mental dan perilaku mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, "Bagaimana penggunaan ponsel pintar dan paparan pornografi memengaruhi kemungkinan kecanduan pornografi?" pada lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia angkatan 2022. Teknik deskriptif kuantitatif digunakan dalam desain potong lintang penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan pengambilan sampel lengkap, 67 mahasiswa terpilih sebagai sampel. Kuesioner yang telah divalidasi reliabilitas dan validitasnya digunakan untuk mengumpulkan data. Uji chi-square digunakan dalam pendekatan analisis data univariat dan bivariat. Mayoritas responden menggunakan penggunaan ponsel pintar yang tinggi (74,6%), meskipun paparan mereka terhadap pornografi rendah (83,6%) dan kecanduan mereka terhadap pornografi rendah (83,6%). Meskipun paparan pornografi sangat berkaitan dengan kecanduan pornografi (p = 0,000), analisis bivariat menunjukkan bahwa penggunaan ponsel pintar tidak berkaitan (p = 0,570). Penggunaan ponsel pintar tidak memiliki hubungan langsung dengan kecanduan pornografi di kalangan mahasiswa, namun paparan pornografi memiliki hubungan tersebut. Mahasiswa disarankan untuk berhati-hati saat menggunakan ponsel dan menghindari menonton materi yang eksplisit. Perguruan tinggi dan universitas diwajibkan menyediakan layanan konseling dan program yang memerangi kecanduan pornografi dan mempromosikan literasi digital. Diharapkan agar anggota masyarakat, terutama orang tua, akan mengawasi dan berkomunikasi secara terbuka tentang penggunaan media digital. Peneliti di masa mendatang sebaiknya memperluas cakupan penelitian mereka dengan memasukkan faktor-faktor lain, termasuk lingkungan sosial, dukungan keluarga, dan pengendalian diri.