Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI ETIKA PROFESI DALAM ERA GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE: TINJAUAN LITERATUR SEMANTIK Salim, Felix; Aradhana, Muhammad Luhung; Rindengan , Yaulie Deo Y.
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 10 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan penelitian ini menyajikan sebuah Semantic Literature Review (SLR) yang komprehensif dan mendalam mengenai pergeseran paradigma etika dalam profesi Teknologi Informasi (TI), yang dipicu oleh adopsi massal Generative Artificial Intelligence (GenAI). Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020-2025), lanskap rekayasa perangkat lunak telah mengalami disrupsi fundamental, di mana sistem AI tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat analisis data pasif, melainkan sebagai agen aktif yang menghasilkan konten kreatif, kode program, dan keputusan otonom. Studi ini menganalisis secara kritis korpus literatur ilmiah yang dikumpulkan dari Google Scholar, IEEE Xplore, dan basis data bereputasi lainnya untuk memetakan lintasan diskursus etika, mengidentifikasi klaster semantik utama, dan mengevaluasi respons komunitas TI terhadap dilema moral baru. Analisis semantik mengungkapkan lima klaster tema dominan yang saling berinteraksi: (1) Bias Algoritmik dan Keadilan Sosial, yang menyoroti bagaimana dataset pelatihan berskala besar mereplikasi dan memperkuat ketimpangan struktural; (2) Hak Kekayaan Intelektual dan Otoritas, yang berfokus pada kekosongan hukum terkait kepemilikan konten hasil AI dan gelombang tuntutan hukum terkini; (3) Privasi dan Integritas Data, menyoroti risiko shadow AI dan kebocoran data sensitif; (4) Disinformasi dan Integritas Demokrasi, terkait erosi kepercayaan publik akibat halusinasi AI dan deepfakes; serta (5) Dampak Lingkungan, yang menelaah jejak karbon masif dari pelatihan Large Language Models (LLM). Temuan ini menegaskan bahwa profesional TI kini menghadapi "kewajiban ganda": kompetensi teknis yang unggul dan kewaspadaan etis yang radikal. Studi ini mengusulkan kerangka kerja etika adaptif yang mengintegrasikan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan ke dalam siklus hidup pengembangan sistem, mendesak reformasi kurikulum pendidikan TI, dan menuntut tata kelola perusahaan yang lebih ketat.
TRANSFORMASI DIGITAL DAN INTEGRASI KECERDASAN BUATAN DALAM MANAJEMEN SISTEM INFORMASI KORPORAT: TINJAUAN LITERATUR SEMANTIK Salim, Felix; Kevin , Darmansyah Geraldy; Rindengan , Yaulie Deo
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 10 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyajikan Semantic Literature Review (SLR) yang komprehensif mengenai pergeseran paradigma dalam Manajemen Sistem Informasi Korporat, secara spesifik menyoroti evolusi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) menuju Cloud Computing dan integrasi mendalam dengan Artificial Intelligence (AI). Di tengah era Industri 4.0 dan transisi menuju Society 5.0, organisasi modern menghadapi tekanan eksternal dan internal yang masif untuk mentransformasi "sistem pencatatan" (systems of record) yang bersifat transaksional menjadi "sistem kecerdasan" (systems of intelligence) yang strategis dan adaptif. Studi ini menganalisis secara mendalam 85 makalah primer yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, yang dikurasi dari Google Scholar dan basis data bereputasi lainnya, untuk memetakan lintasan implementasi ERP, mengidentifikasi Faktor Keberhasilan Kritis (Critical Success Factors - CSFs) pada berbagai skala usaha, serta mengevaluasi dampak AI terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan. Analisis semantik mengungkapkan bahwa meskipun adopsi Cloud ERP mengalami akselerasi signifikan akibat kebutuhan dukungan kerja jarak jauh dan skalabilitas, transisi ini membawa tantangan pasca-implementasi yang persisten, termasuk biaya pemeliharaan yang tak terduga, resistensi pengguna akibat kelelahan perubahan (change fatigue), dan kompleksitas migrasi data dari sistem warisan (legacy systems). Lebih jauh, integrasi AI—yang mencakup Machine Learning, Natural Language Processing, dan Generative AI—ditemukan secara fundamental membentuk kembali proses bisnis inti dengan memungkinkan analitik prediktif yang akurat, otomatisasi cerdas pada tugas-tugas kognitif, dan personalisasi pengalaman pelanggan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, konvergensi teknologi ini memperkenalkan risiko baru terkait keamanan data, bias algoritmik, dan kebutuhan mendesak akan tata kelola TI (IT Governance) yang adaptif. Studi ini juga menyoroti tren Sustainable ERP (S-ERP) yang mulai muncul, di mana metrik lingkungan diintegrasikan ke dalam inti perencanaan sumber daya perusahaan, meskipun penerapannya masih sering terhambat oleh prioritas operasional jangka pendek. Temuan ini memberikan peta jalan strategis dan teoretis bagi akademisi dan praktisi dalam menavigasi kompleksitas transformasi digital korporat.