Penelitian ini menyajikan Semantic Literature Review (SLR) yang komprehensif mengenai pergeseran paradigma dalam Manajemen Sistem Informasi Korporat, secara spesifik menyoroti evolusi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) menuju Cloud Computing dan integrasi mendalam dengan Artificial Intelligence (AI). Di tengah era Industri 4.0 dan transisi menuju Society 5.0, organisasi modern menghadapi tekanan eksternal dan internal yang masif untuk mentransformasi "sistem pencatatan" (systems of record) yang bersifat transaksional menjadi "sistem kecerdasan" (systems of intelligence) yang strategis dan adaptif. Studi ini menganalisis secara mendalam 85 makalah primer yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, yang dikurasi dari Google Scholar dan basis data bereputasi lainnya, untuk memetakan lintasan implementasi ERP, mengidentifikasi Faktor Keberhasilan Kritis (Critical Success Factors - CSFs) pada berbagai skala usaha, serta mengevaluasi dampak AI terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan. Analisis semantik mengungkapkan bahwa meskipun adopsi Cloud ERP mengalami akselerasi signifikan akibat kebutuhan dukungan kerja jarak jauh dan skalabilitas, transisi ini membawa tantangan pasca-implementasi yang persisten, termasuk biaya pemeliharaan yang tak terduga, resistensi pengguna akibat kelelahan perubahan (change fatigue), dan kompleksitas migrasi data dari sistem warisan (legacy systems). Lebih jauh, integrasi AI—yang mencakup Machine Learning, Natural Language Processing, dan Generative AI—ditemukan secara fundamental membentuk kembali proses bisnis inti dengan memungkinkan analitik prediktif yang akurat, otomatisasi cerdas pada tugas-tugas kognitif, dan personalisasi pengalaman pelanggan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, konvergensi teknologi ini memperkenalkan risiko baru terkait keamanan data, bias algoritmik, dan kebutuhan mendesak akan tata kelola TI (IT Governance) yang adaptif. Studi ini juga menyoroti tren Sustainable ERP (S-ERP) yang mulai muncul, di mana metrik lingkungan diintegrasikan ke dalam inti perencanaan sumber daya perusahaan, meskipun penerapannya masih sering terhambat oleh prioritas operasional jangka pendek. Temuan ini memberikan peta jalan strategis dan teoretis bagi akademisi dan praktisi dalam menavigasi kompleksitas transformasi digital korporat.
Copyrights © 2025