Talas (Colocasia esculenta) berpotensi sebagai bahan pangan alternatif yang bergizi, bebas gluten, dan berdaya saing tinggi untuk mendukung diversivikasi pangan lokal. Namun, penerapanya masih terbatas akibat penurunan mutu sensori dan kadar protein pada subtitusi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau karakteristik fisikokimia, organoleptik, dan potensi fungsional talas melalui pendekatan literature review deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari delapan artikel nasional dan internasional (2021-2024) yang membahas pemanfaatan tepung talas pada berbagai produk, dianalisis menggunakan metode content analysis untuk mengidentifikasi pola pengaruh proporsi talas terhadap mutu produk. Hasil menunjukan bahwa peningkatan proporsi tepung talas meningkatkan serat, karbohidrat, dan tekstur renyah, tetapi menurunkan protein dan skor hedonik. Formulasi terbaik terdapat pada penggunaan 60 - 80% tepung talas, yang menghasilkan keseimbangan antara nilai gizi dan penerimaan sensori. Studi lokal turut memperkuat bahwa subtitusi parsial pada mi dan bakso ayam memberikan hasil sensori baik dan meningkatkan serat pangan. Keterbatasan kajian ini terletak pada kurangnya data bioavailabilitas dan penelitian penelitian skala industri, sehingga disarankan penelitian lanjutan terkait optimasi fermentasi, pengendalian antinutrien, dan evaluasi ekonomi produksi. Secara keseluruhan, talas berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan inovatif dan berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan nasional.