Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Konsumsi Zat Besi Dalam Pencegahan Anemia Berdasarkan Perspektif Islam di Puskesmas Tlogosari Kulon Rahmatika, Anisa Hasna; Martodihardjo, Suwaldi; Sugiyanti, Sugiyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global dan nasional yang dapat meningkatkan risiko kematian ibu (AKI) akibat perdarahan postpartum. Berdasarkan data profil kesehatan, Puskesmas Tlogosari Kulon mencatat 64 kasus ibu hamil anemia pada tahun 2023, yang salah satunya besar kemungkinan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan akan gizi ibu hamil. Dalam perspektif Islam, menuntut ilmu, termasuk menjaga kesehatan kehamilan, adalah kewajiban dan bentuk tanggung jawab. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi zat besi dalam pencegahan anemia berdasarkan perspektif Islam. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi adalah semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Tlogosari Kulon. Sampel berjumlah 50 ibu hamil yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner sebanyak 21 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (nilai Cronbach Alpha 0,680). Kuesioner terdiri dari 3 ranah pengetahuan: tahu, memahami, dan aplikasi. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan tingkat pengetahuan (Baik: 76–100% benar; Cukup: 56–75% benar; Kurang: <56% benar). Hasil: Karakteristik responden mayoritas berusia 20–35 tahun (82%) dan memiliki pendidikan tinggi (Diploma/S1/S2) (66%). Sebagian besar responden (90%) mendapatkan sumber informasi terkait konsumsi zat besi dari tenaga kesehatan. Jawaban responden menunjukkan tingkat pengetahuan yang tinggi pada beberapa pertanyaan dasar, seperti fakta bahwa Tablet Tambah Darah (TTD) wajib diminum untuk ibu hamil (96% benar) dan anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi (98% benar). Kesimpulan: Mayoritas responden di Puskesmas Tlogosari Kulon memiliki tingkat pendidikan dan usia yang ideal untuk kehamilan serta sumber informasi utama mengenai konsumsi zat besi didapatkan dari tenaga kesehatan, yang berkorelasi positif dengan pengetahuan yang baik tentang TTD dan anemia.
EDUKASI PENGELOLAAN OBAT DI RUMAH PADA KOMUNITAS TULI DI SEMARANG Fathnin, Fildza Huwaina; Wulansari, Eka; Rahmatika, Anisa Hasna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34440

Abstract

Abstrak: Pengelolaan obat di rumah tangga sering kali digunakan secara tidak rasional sehingga kualitas kesehatan di masyarakat kurang maksimal. Walaupun terlihat sederhana, namun dapat menimbulkan banyak risiko mulai dari risiko ringan hingga risiko berat. Maka dari itu, diperlukan analisis kebutuhan edukasi mengenai pengelolaan obat di rumah melalui media agar mendapatkan informasi paling dibutuhkan oleh komunitas secara spesifik. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan teman tuli mengenai cara pengelolaan obat di rumah. Kegiatan edukasi dilakukan pada komunitas tuli Semarang yang berjumlah 60 orang. Kegiatan ini terdiri dari pra-kegiatan berupa observasi awal pemahaman peserta secara umum, dilanjutkan dengan pemberian materi, dan diakhiri dengan evaluasi pemahaman menggunakan 10 item pertanyaan mengenai pengelolaan obat di rumah. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman yang tergambar dari distribusi jawaban peserta mengenai pengelolaan obat di rumah, dengan respon positif lebih dari 50% benar pada tiap item pertanyaan. Selain itu responden dengan kategori pengetahuan baik yaitu 46 orang atau 76%Saran untuk pengabdian selanjutnya kepada teman tuli dapat mempertimbangkan materi pengabdian berupa jenis obat dan khasiatnya, serta penggunaan media terutama visual.Abstract: Medication management in households is often used irrationally, resulting in suboptimal health outcomes in the community. Although it may seem simple, it can pose many risks, ranging from minor to severe. Therefore, an analysis of the need for education on medication management at home through the media is necessary in order to obtain the information most needed by specific communities. The purpose of this activity is to increase the knowledge of deaf people about how to manage medication at home. The educational activity was conducted in a community of 60 deaf people in Semarang. This activity consisted of a pre-activity in the form of an initial observation of the participants' general understanding, followed by the delivery of material, and concluded with an evaluation of understanding using 10 questions about medication management at home. The results showed an increase in understanding, as reflected in the distribution of participants' answers regarding medication management at home, with more than 50% of respondents answering each question correctly. In addition, 46 respondents, or 76%, were categorized as having good knowledge. Recommendations for future community service activities for deaf friends include considering material on types of medication and their benefits, as well as the use of media, especially visual media.