Keterampilan berbicara merupakan bagian penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena membantu siswa mengungkapkan ide, perasaan, dan informasi secara lisan. Observasi awal di SDN Pakis V Surabaya menunjukkan bahwa banyak siswa kelas I masih mengalami kesulitan berbicara di depan kelas, memiliki kepercayaan diri yang rendah, serta belum mampu menyampaikan pendapat secara jelas dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui penerapan strategi pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif dan komunikasi lisan yang bermakna. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengkaji kesulitan siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi performa berbicara mereka. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan kosakata, rendahnya rasa percaya diri, serta kurangnya kesempatan berlatih berbicara berkontribusi pada hambatan yang dialami siswa. Selain itu, lingkungan belajar dan metode pengajaran guru turut memengaruhi minat siswa untuk terlibat dalam kegiatan berbicara. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan menarik, serta teknik pengajaran yang suportif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi guru dalam merancang pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif bagi siswa kelas awal.