Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Wisata Berbasis Reinventing Government Pada Objek Wisata Hidden Canyon Beji Guwang Kartika, Gita; Ni Wayan Widhiastini; Putu Ratna Juwita Sari; Ni Putu Bayu Widhi Antari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip Reinventing Government atau konsep mewirausahakan birokrasi dalam pengembangan Objek Wisata Hidden Canyon Beji Guwang di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Desa Guwang, Ketua BUMDes, pengelola Hidden Canyon, masyarakat setempat, dan pihak swasta yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Reinventing Government telah membawa perubahan positif dalam pengelolaan wisata di Desa Guwang. Pemerintah desa kini tidak lagi menjadi pelaksana utama, melainkan berperan sebagai fasilitator dan pendorong, sementara pengelolaan sehari-hari dilakukan oleh BUMDes dan pengelola. Beberapa prinsip seperti pemerintahan berorientasi hasil, pemerintahan wirausaha, dan pemerintahan berorientasi pada pelanggan sudah diterapkan melalui inovasi wisata, peningkatan pelayanan, serta pelibatan masyarakat lokal. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala seperti partisipasi masyarakat yang belum merata, keterbatasan sumber daya manusia dalam promosi digital, dan kurangnya dukungan dari pemerintah daerah. Secara keseluruhan, penerapan prinsip Reinventing Government di Hidden Canyon Beji Guwang memiliki potensi besar untuk menciptakan pengelolaan wisata yang lebih mandiri, inovatif, dan berkelanjutan jika kolaborasi dan kapasitas pengelola terus ditingkatkan.
Konstruksi Sosial Eksistensi Danantara pada Nasabah Bank Negara Indonesia Cabang Denpasar Ni Nyoman Sintha Tresnawati; Ni Wayan Widhiastini
Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juitik.v6i1.1930

Abstract

The establishment of the Daya Anagata Nusantara Investment Management Agency (Danantara) in 2025 triggered the spread of misinformation regarding the management of funds in state-owned banks, including Bank Negara Indonesia (BNI). The lack of early public communication led some BNI Denpasar Branch customers to experience uncertainty and concern about the security of their savings. This study aims to analyze the role of BNI’s organizational communication in shaping customers’ social construction of Danantara’s existence through Berger and Luckmann’s three stages of social construction, externalization, objectivation, and internalization. This research employs a descriptive qualitative approach using in-depth interviews, observation, and documentation involving customers, frontliners (customer service and tellers), and supporting informants from GenBI, totaling seven participants. The findings show that in the externalization stage, customers’ initial perceptions were shaped by social media information dominated by negative and speculative narratives. In the objectivation stage, BNI’s organizational communication, through internal briefings, circular letters, and direct clarification by frontliners, played a role in stabilizing meanings and reducing customer anxiety. In the internalization stage, customers accepted a new understanding that Danantara is not related to their deposits, allowing them to regain a sense of financial security. Thus, BNI’s organizational communication plays a significant role in shaping customers’ social construction, dispelling misinformation, and restoring public trust in the bank’s stability amid national issues related to Danantara.