Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK KOLONIALISME BANGSA BARAT TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EKONOMI DI ASIA TENGGARA Amelya Katrina Naibaho; Chintya Sara Devi; Kristiani Della Magdalena Nauli Manurung; Olivia Sri Melati Simanullang; Tiwi Yoselin Simanjuntak; Nella Saskya Sinurat; Mhd Ihsan Syahaf Nasution
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kolonialisme bangsa Barat terhadap perkembangan sosial dan ekonomi di Asia Tenggara. Masuknya kolonialisme didorong oleh kepentingan ekonomi, khususnya kebutuhan rempah-rempah yang melonjak di Eropa pasca jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453. Kedatangan bangsa Eropa dimulai dari Portugis dan Spanyol, lalu diikuti oleh Belanda, Inggris, dan Prancis dilatarbelakangi oleh semangat eksplorasi, teknologi navigasi, dan pandangan hegemonik. Asia Tenggara menjadi wilayah strategis karena kaya komoditas berharga seperti lada, pala, dan cengkih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan heuristik melalui kajian literatur. Secara sosial, kolonialisme membawa perubahan struktural, termasuk masuknya agama Kristen (terutama Katolik di Filipina) , pengenalan sistem pendidikan formal , dan pembagian stratifikasi sosial berdasarkan ras (Eropa, Timur Asing, Pribumi). Secara ekonomi, ditandai dengan eksploitasi sumber daya, monopoli perdagangan oleh VOC dan EIC , serta pengembangan ekonomi perkebunan besar melalui kerja paksa. Dampak jangka panjangnya meliputi warisan birokrasi dan hukum , ketimpangan ekonomi, serta memicu lahirnya nasionalisme sebagai fondasi identitas kebangsaan pascakolonial
Konflik Ideologi Antargenerasi dalam Percepatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945 Elsadai Valencia Hutagaol; Sofia Andira; Tania Alexandra Tambunan; Tiwi Yoselin Simanjuntak; Flores Tanjung
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4171

Abstract

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, terjadi perbedaan pandangan di antara para tokoh pergerakan nasional antara golongan muda yang bersikap revolusioner dan golongan tua yang mengutamakan pendekatan diplomatis. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik ideologi antargenerasi tersebut serta menjelaskan perannya sebagai faktor struktural dalam percepatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis melalui studi pustaka terhadap buku sejarah, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan muda mendorong proklamasi segera dilaksanakan tanpa menunggu persetujuan Jepang karena memandang kekalahan Jepang sebagai momentum yang harus dimanfaatkan. Sebaliknya, golongan tua memilih strategi diplomasi dengan mempertimbangkan stabilitas politik dan legitimasi internasional melalui lembaga seperti BPUPKI dan PPKI. Ketegangan kedua golongan mencapai puncaknya dalam Peristiwa Rengasdengklok yang pada akhirnya menghasilkan kompromi politik dan mempercepat lahirnya proklamasi pada 17 Agustus 1945. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan konflik ideologis antargenerasi sebagai variabel analitis utama, bukan sekadar latar peristiwa historis, sehingga memperkaya perspektif historiografi kemerdekaan Indonesia.