Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat Dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2025 Di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Wamo, Agustinus; Maryani , Dedeh; Azikin , Andi
Jurnal Kajian Pemerintah: Journal of Government, Social and Politics Vol. 11 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jkp.2025.vol11(2).25792

Abstract

Objek penelitian berangkat dari sebuah fenomena yakni Partisipasi Masyarakat Dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2025 di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui, menganalisa dan menjelaskan partisipasi masyarakat dalam penyusunan RKPD tahun 2025 di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan; Untuk mengindentifikasi faktor penentu tingkat partisipasi masyarakat dalam penyusunan RKPD tahun 2025 di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan; Untuk menemukan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyusunan RKPD tahun 2025 di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, sumber data yang digunakan yakni data sekunder dari kajian pustaka dan dokumen pendukung lainnya dan data primer dengan pengumpulan hasil wawancara kepada sejumlah Informan yang berjumlah 20 informan. Hasil penelitian yakni Partisipasi masyarakat dalam penyusunan RKPD tahun 2025 di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan sudah berjalan cukup terbuka. Faktor penghambat yakni masih adanya campur tangan politik, waktu kurang memadai, belum optimalnya pengolahan data, lemahnya sinergitas, Perencanaan yang dilakukan belum sepenuhnya menjunjung nilai etika dan tata nilai masyarakat Kabupaten Jayawijaya. Upaya yang diusulkan Tim penyusun RKPD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya, pada saat turun dilapangan, waktu pelaksanaan musrenbang dilaksanakan minimal 2 hari, meningkatkan pengelolaan data.
The Digitalization Paradox: Assessing Policy Implementation, Organizational Misalignment, and User Dissatisfaction in Indonesia's National Sports Information System Saputra, Muhammad Raditya; Soemartono, Triyuni; Budiharjo, Budiharjo; Maryani , Dedeh
Danadyaksa: Post Modern Economy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Post Modern Economy Journal
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69965/danadyaksa.v3i2.261

Abstract

Indonesia's National Sports Grand Design (the Desain Besar Olahraga Nasional - DBON) positions digitalization as its core governance instrument, operationalized through the mandated Sports Personnel and Organization Information System (the Sistem Informasi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, SITENOR). However, implementing centralized digital policies in complex, multi-stakeholder environments often creates a significant gap between strategic vision and ground-level reality. This study evaluates the effectiveness of this digitalization policy by examining SITENOR’s implementation. Employing a qualitative interpretivist paradigm, this research conducted in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) with key policymakers from the Ministry of Youth and Sports (Kemenpora), system developers, and representatives from national sports federations. Data were analyzed using the integrated lenses of the McKinsey 7S organizational framework and the End-User Computing Satisfaction model. The findings reveal a profound "digitalization paradox." While the central strategy and technical system (the "hard" elements) are well-defined, implementation is critically undermined by weaknesses in "soft" organizational elements: a misalignment of shared values (compliance vs. data-driven culture), passive local leadership, a severe deficit in dedicated staff and digital skills, and consequent low user satisfaction regarding data accuracy, ease of use, and timeliness. SITENOR’s development is assessed as stalled at an incomplete cataloguing and transactional stage, with minimal vertical and horizontal integration. The effectiveness of the DBON digitalization policy is significantly constrained not by technology but by socio-organizational and governance gaps. Successful transformation requires a strategic pivot from a top-down, compliance-based model to a co-creative, capacity-sensitive approach that builds human infrastructure and fosters genuine data-driven values across the sports ecosystem.