Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Dalam Pendidikan Islam Di Era Digital Mukhtar, Sa'idul; Andi Eka Saputra; Abrar Ahmad Hafizh; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam pendidikan Islam di era digital, dengan fokus pada implementasi SIM berbasis digital di empat sekolah Islam dari provinsi berbeda di Indonesia. Isu utama yang diangkat adalah bagaimana digitalisasi SIM dapat meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan, transparansi administrasi, dan kualitas layanan pendidikan di lingkungan sekolah Islam. Permasalahan ini penting karena transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan globalisasi dan tuntutan efisiensi tata kelola pendidikan.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan di sekolah, yaitu ahli IT, staf administrasi, guru, alumni, dan murid. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan dampak implementasi SIM digital di masing-masing sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIM berbasis digital memberikan dampak positif signifikan terhadap efisiensi administrasi, kemudahan akses data, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Namun, ditemukan pula tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, resistensi perubahan dari sebagian staf, dan kebutuhan pelatihan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan, penguatan kapasitas SDM, dan investasi teknologi untuk keberlanjutan digitalisasi SIM di sekolah Islam.Implikasi utama dari penelitian ini adalah bahwa digitalisasi SIM bukan hanya meningkatkan kinerja manajemen sekolah, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan Islam yang adaptif, transparan, dan berdaya saing di era digital.
Pengembangan Kejujuran dan Keberanian dalam Program Pendidikan Karakter di Lingkungan Kampus Muhammad Tajri; Abdurrahman Haidar; Abrar Ahmad Hafizh; Adam Albar
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji isu krusial dalam pendidikan tinggi, yaitu pengembangan nilai kejujuran dan keberanian sebagai bagian dari pendidikan karakter di lingkungan kampus. Relevansi isu ini semakin meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya kompetisi akademik yang memunculkan berbagai tantangan moral, seperti plagiarisme, manipulasi data, serta ketakutan mahasiswa untuk menyuarakan kebenaran. Meskipun pendidikan karakter dirancang sebagai benteng moral, implementasinya di banyak perguruan tinggi masih bersifat formalitas dan belum sepenuhnya membentuk budaya akademik yang menumbuhkan integritas. Karena itu, penelitian ini berupaya memahami proses internalisasi nilai kejujuran dan keberanian melalui pengalaman akademik, peran keteladanan dosen, serta dukungan institusional. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan untuk menggali pengalaman subjektif mahasiswa dan dosen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 mahasiswa dan 6 dosen, observasi kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan, serta analisis dokumen seperti kurikulum dan pedoman etika akademik. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang mencakup proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kejujuran dan keberanian moral dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni keteladanan dosen, pembelajaran reflektif, dan pengalaman sosial mahasiswa. Namun, penerapan nilai-nilai tersebut masih menghadapi hambatan berupa tekanan akademik dan kebijakan institusional yang belum konsisten. Penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan integratif yang memadukan keteladanan, refleksi, dan dukungan kelembagaan agar kejujuran dan keberanian tidak sekadar diajarkan, melainkan menjadi budaya akademik yang hidup dan membentuk generasi berintegritas.